Rabu, 16 Maret 2016
Sembilan Destinasi Wisata Anti Mainstream di Semarang
Hampir semua situs traveling saat mengulas tentang wisata di Semarang yang dibahas hanya itu-itu saja. Kalau bukan kawasan Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah, Simpang Lima ya Lawang Sewu. Namun Semarang tidak hanya memiliki itu saja banyak tempat anti mainstream yang belum banyak diketahui treveler sehingga bisa jadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Travelingyuk akan mencoba untuk mengajak kalian menjelajahi tempat-tempat yang selama ini kurang begitu diekspos oleh situs traveling. Potensi wisata baik di Kabupaten maupun Kota Semarang akan kita jadikan satu sehingga menjadi kumpulan destinasi wisata anti maintream seperti berikut ini.
1. Melihat Sisi Lain Semarang Sambil Menikmati Secangkir Kopi di Pondok Kopi Sidomukti
Semarang juga memiliki destinasi wisata alam yang menampilkan pemandangan indah yang tak kalah dari daerah lain. Kalian pasti sudah mengetahui Umbul Sidomukti, kawasan wisata di pegunungan dengan kolam renang yang segar. Ternyata jika traveler mau menapaki pegunungannya lebih tinggi maka akan mendapatkan pemandangan lain yang lebih indah.

Pondok Kopi Sidomukti, via instagram
Tepat di atas Umbul Sidomukti ada tempat yang begitu indah dan menampilkan wajah alam berupa lembah Ungaran, Rawa Pening, Pegunungan Merbabu dan banyak perbukitan hijau lainnya. Untuk menikmati segala keindahan tersebut traveler bisa mampir ke warung kopi yang bernama Pondok Kopi Sidomukti. Ini merupakan warung kopi dengan konsep modern yang berada d atas bukit yang menghadap ke lembah. Pagi-pagi yang dingin sambil menikmati pemandangan alam ditemani secangkir kopi, mantap!
2. Indahnya Mentari Pagi Dilihat Dari Gunung Ungaran
Untuk memperoleh lanskap alam yang mempesona di Semarang, traveler harus mempertimbangkan untuk menjelajahi kawasan pinggiran daerah ini. Salah satunya adalah wilayah Ungaran dimana disana terdapat Gunung Ungaran yang menawarkan keindahan mentari pagi yang sangat eksotis.

Gunung Ungaran, via instagram
Buat traveler yang suka petualangan, trekking mendaki gunung adalah makanan favoritnya yang selalu ingin lagi dan lagi dilakukan. Gunung Ungaran adalah salah satu yang bisa mereka tuju apalagi gunung ini punya pemandangan matahari terbit yang manis. Gunung setinggi 2.050 mdpl ini bisa dicapai melalui tiga jalur yakni jalur Jimbaran, Medini, dan Candi Gedong Songo. Umumnya para pendaki akan melakukan start pada tengah malam dengan harapan mereka sampai di puncak sesaat sebelum matahari terbit.
3. Mangrove Tapak, Surga Tersembunyi di Semarang
Wisata alam lain yang kurang tersentuh di Semarang adalah Hutan Mangrove Tapak Tugu. Hutan bakau ini berada di desa Tapak, Kecamatan Tugu. Keberadaannya memang belum terendus oleh wisatawan atau bahkan pembangunan. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat kotor dan tak terawat ini sebetulnya menyimpan potensi yang luar biasa.

Mangrove Tapak, via instagram
Kawasan Hutan Mangrove Tapak Tugu jika dikelola dengan baik akan menghasilkan obyek wisata yang bakal mendatangkan banyak pengunjung serta meningkatkan roda perekonomian warga setempat.Lihat saja sudut-sudut cantik yang berhasil di foto oleh traveler di atas, cantik bukan? Bisa dibilang jika kawasan hutan bakau ini adalah surga tersembunyi di Semarang yang menunggu untuk dikembangkan.
4. Gedong Songo, Candi Abad Ke-9 di Lereng Gunung Ungaran
Kembali lagi ke Gunung Ungaran. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa untuk menuju ke puncak gunung ini salah satu rute yang bisa diambil adalah dengan melalui candi Gedong Songo. Candi ini sendiri adalah kawasan wisata anti mainstream yang ada di Semarang lantaran letaknya tersembunyi di lereng Gunung Ungaran.

Candi Gedong Songo, via instagram
Candi Gedong Songo berasal dari abad ke-9 Masehi yang terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Dinamakan Gedong Songo lantaran jumlah candinya ada sembilan dan tersebar di lereng gunung Ungaran. Selain menapaki jejak-jejak sejarah, kamu juga bisa menikmati keindahan hutan pinus yang tertata rapi di sekitar situs.
5. Bukit Cinta Rawa Pening, Tempat Wisata Penuh Mitos dan Cerita Misteri
Kadang bumbu-bumbu cerita misteri dan juga mitos menjadi salah satu magnet kuat untuk mendatangkan wisatawan ke suatu destinasi wisata. Begitu pula yang terjadi pada Bukit Cinta Rawa Pening, tempat ini bukan hanya menjual keindahan danaunya saja namun juga cerita-cerita mitos di dalamnya.

Bukit Cinta Rawa Pening, via instagram
Bukit Cinta Rawa Pening terletak di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Lokasinya bisa ditempuh selama 1 jam dari kota Semarang. Kawasan seluas 2.670 hektar ini memang dianugerahi dengan pemandangan alam yang sejuk dan indah. Namun dibalik itu semua ada sebuah mitos yang berkembang. Mitos tersebut menyebutkan bahwa pasangan kekasih yang bukan muhrim atau masih pacaran kemudian datang ke bukit ini maka akan mengalami putus cinta. Tapi sekali lagi ini hanyalah sebuah mitos.
6. Pantai Marina, Pilihan Tepat Untuk Menikmati Indahnya Pantai Yang Jauh Dari Aktivitas Kapal Besar
Semarang memiliki beberapa pantai yang menarik untuk dikunjungi. Kalau kamu menginginkan pantai yang jauh dari hilir mudik kapal besar maka jangan datang ke Tanjung Mas namun pilih saja Pantai Marina di kecamatan Semarang Utara. Inilah pantai yang banyak dikunjungi traveler yang merindukan ketenangan laut di Semarang.

Pantai Marina, via instagram
Dari Pantai Marina traveler bisa menyewa perahu dan berkeliling pantai. Kegiatan lainnya adalah memancing atau sekedar santai di pinggir pantai sambil menyaksikan deburan ombak. Hanya saja pada musim hujan air laut di Pantai Marina berwarna agak kecokelatan yang disebabkan dari aliran banjir kanal barat yang bermuara di pantai ini.
7. Gunung Kendil, Cantiknya Rawa Pening Dapat Dilihat Secara Utuh dari Puncaknya
Ketinggian Gunung Kendil memang tak seberapa jika dibanding Merapi atau Merbabu. Tapi trek pendaki ke puncaknya penuh tantangan dan dijamin membuat lutut bergetar. Pasalnya sepanjang rute kamu akan jarang sekali menemukan trek landai, jalurnya seperti tanjakan yang tak berujung.

Gunung Kendil, via instagram
Gunung Kendil hanya berdiri setinggi 1.305 mdpl. Dari puncaknya kamu bisa melihat pemandangan danau rawa Pening secara utuh yang ada di sisi utara. Secara administratif gunung ini terletak di dusun Gojati, desa Sepakung, kecamatan Banyubiru, kabupaten Semarang. Sisi sebelah timur dari gunung ini akan nampak deretan gunung Merbabu, Telomoyo hingga si kembar Sumbing dan Sindoro.
8. Banjir Kanal Barat, Kanal Pencegah Banjir yang Jadi Destinasi Wisata
Tujuan utama pembangunan Banjir Kanal barat di Semarang ini tentu saja untuk mencegah terjadinya potensi banjir saat musim hujan. Namun kawasan sekitarnya yang dipermak habis-habisan membuatnya terlihat makin cantik dan nyaman untuk nongkrong. Sejak itu jadilah Banjir Kanal Barat sebagai destinasi wisata gratisan yang kece.

Banjir Kanal Barat, via instagram
Jembatan di Banjir Kanal Barat ini dihiasi lampu warna-warni yang cantik. Bantaran sungainya juga dijadikan ruang terbuka berupa taman yang indah. Setiap akhir pekan banyak anak muda yang nongkrong di tepi sungai ini. Ditambah jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Simpang Lima, tempat ini pun sah menjadi jujugan bersantai para traveler.
9. Menemukan Kesegaran di Kebun Teh Medini
Berada di sisi utara Gunung Ungaran terdapat Kebun Teh Medini yang siap menyambut traveler yang rindu dengan hijaunya alam ini. Untuk menjangkaunya kamu harus sedikit keluar dari Semarang pasalnya secara administratif kebun teh ini berada di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kebun Teh Medini, via instagram
Kebun teh ini Travelingyuk anggap layak untuk dikenalkan meski sudah keluar dari wilayah Semarang dengan pertimbangan lokasinya tidak terlalu jauh untuk dijangkau. Meski medan yang ditempuh cukup berliku dan ekstrim namun pemandangan hamparan tanaman teh akan menjadi obat mujarab penghilang lelah. Punya tempat menarik lainnya dan belum disebutkan oleh Travelingyuk? Kalian dapat turut berkontribusi dengan menuliskannya di kolom komentar.
Senin, 29 Februari 2016
Perusahaan Tambang Australia Jual Berlian Angola Seharga Rp 225 Miliar
Sebuah berlian raksasa yang ditemukan oleh sebuah perusahaan asal Perth di Angola, telah dijual seharga 22,5 juta dolar (atau setara Rp 225 miliar).
Perusahaan Berlian Lucapa menemukan berlian sebesar 404 karat di Proyek Berlian Lulo miliknya yang terletak di provinsi Lunda Norte, timur laut A
ngola.
Dalam sebuah pernyataan, Lucapa mengatakan, penjualan itu "mewakili harga rata-rata senilai 55.585 dolar (atau setara Rp 555 juta) yang spektakuler, yang merupakan rekor harga untuk berlian putih yang ditemukan di proyek Lulo, dan merupakan bukti lebih lanjut dari sentimen positif pasar atas permata besar berkualitas tinggi seperti yang ditemukan di Lulo ".
Berlian itu adalah yang terbesar yang pernah ditemukan di Angola.
Lucapa memiliki 40% saham dalam proyek itu, bersama-sama dengan perusahaan lokal milik pemerintah ‘Endiama’, yang memiliki saham 32%, dan perusahaan lokal swasta ‘Rosas dan Petalas’.
"Penjualan berlian tunggal seharga 16 juta dolar (atau setara Rp 160 miliar) menunjukkan potensi besar tambang berlian Lulo untuk memproduksi permata secara teratur yang besar dan berkualitas kelas dunia," kata Direktur Lucapa, Stephen Wetherall.
Komisaris Lucapa, Miles Kennedy, mengatakan, awal bulan ini, kas dari penjualan tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk memperluas operasinya di wilayah Angola.
Perusahaan Berlian Lucapa menemukan berlian sebesar 404 karat di Proyek Berlian Lulo miliknya yang terletak di provinsi Lunda Norte, timur laut A
ngola.
Dalam sebuah pernyataan, Lucapa mengatakan, penjualan itu "mewakili harga rata-rata senilai 55.585 dolar (atau setara Rp 555 juta) yang spektakuler, yang merupakan rekor harga untuk berlian putih yang ditemukan di proyek Lulo, dan merupakan bukti lebih lanjut dari sentimen positif pasar atas permata besar berkualitas tinggi seperti yang ditemukan di Lulo ".
Berlian itu adalah yang terbesar yang pernah ditemukan di Angola.
Lucapa memiliki 40% saham dalam proyek itu, bersama-sama dengan perusahaan lokal milik pemerintah ‘Endiama’, yang memiliki saham 32%, dan perusahaan lokal swasta ‘Rosas dan Petalas’.
"Penjualan berlian tunggal seharga 16 juta dolar (atau setara Rp 160 miliar) menunjukkan potensi besar tambang berlian Lulo untuk memproduksi permata secara teratur yang besar dan berkualitas kelas dunia," kata Direktur Lucapa, Stephen Wetherall.
Komisaris Lucapa, Miles Kennedy, mengatakan, awal bulan ini, kas dari penjualan tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk memperluas operasinya di wilayah Angola.
Jumat, 05 Februari 2016
Misteri Petunjuk Kiamat dari Makam Ratu Mesir Kuno
Para arkeolog dapat menemukannya dari grafiti yang tertulis di dinding makamnya. Di mana makamnya menunjukkan namanya dan status keningratannya. Makam Ratu Khentkaus III terletak di Abu-Sir, barat daya Kairo, 198 meter dari piramida suaminya.
Selain menemukan nama dan status keningratan sang ratu, para arkeolog juga menemukan petunjuk yang mengerikan, yakni tentang kehancuran dunianya yang mengarah pada ‘kiamat’.
Makam Khentkaus III melihatkan tentang bagaimana peradaban kita akan hancur lebur hanya tinggal abu dan debu saja, seperti yang terjadi pada masa sang ratu.
Salah satu arkeolog yang meneliti makam sang ratu, Profesor Miroslav Barta menjelaskan bahwa ada sejumlah masalah yang terjadi selama periode Old Kingdom, seperti demokrasi sedang bangkit nepotisme merajalela, dan memiliki konsekuensi mengerikan.
Setelah matinya sang ratu, Sungai Nil tidak lagi membanjiri sepanjang bantarandan bahkan tak ada lagi lumpur subur yang naik ke atas permukaan.
“200 tahun setelah kematian Khentkaus III, tanpa luapan banjir Sungai Nil, tak adanya panen, tentu saja berpengaruh buruk pada penarikan pajak. Dan tanpa adanya pajak, tak ada dana untuk membiayai aparat, menegakkan ideologi, dan mempersatukan kerajaan,” kata Barta, seperti dilansir dari Inquisitr, Selasa (2/2/2016).
Menurut Barta, kejadian yang pernah terjadi pada masa Old Kingdom bisa saja akan terulang di masa modern ini. Perubahan iklim yang mempengaruhi Sungai Nil pada era Ratu Khentkaus juga bisa membuat kehidupan saat ini menuju ke arah kehancuran atau kiamat.
“Dengan mempelajari masa lalu, kita bisa belajar banyak hal untuk masa sekarang . Kita tak beda dengan orang-orang pada masa lalu, banyak orang berpikir, ‘kan zamannya beda’. Tapi, sejatinya tidak demikian,” kata Barta, seperti dilansir dari CNN.
Barta menambahkan, makam Khentkaus III ini telah memberikan pelajaran berharga dan membantu manusia modern saat ini untuk menghindari kiamat.
Rabu, 03 Februari 2016
Inilah Alasan Wanita Jepang Cinta Pria Indonesia
![]() |
| Jawaban Mengapa Wanita Jepang Lebih Suka Pria Indonesia ( Foto @U-Report ) |
Tugas wanita di Jepang adalah mengurus anak, suami dan juga menyelesaikan masalah perabotan rumah tangga seperti mencuci piring, menyapu dan membersihkan rumah, Di Jepang menjadi seorang Istri merupakan suatu pekerjaan yang melelahkan pasalnya hampir semua urusan rumah istri yang melakukanya.
Para pria Jepang biasanya hanya bekerja dan juga memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja selebihnya untuk urusan merawat anak dan membersihkan rumah adalah urusan Istri, terlebih - lebih yang paling terlihat ketika berada di pusat pembelanjaan Mall, di mana ketika usai belanja, beratnya barang belanjaan di pikul sendiri oleh sang istri dan sang suami justru terlihat santai tidak membantunya.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan para lelaki Indonesia, meski pun memang sudah menjadi tugasnya seorang wanita merawat Anak, melayani suami dan juga mengurus kebersihan rumah, namun para suami di Indonesia cenderung lebih perhatian dan tidak menginginkan istrinya terlalu lelah bekerja.
Bahkan jika para suami di Indonesia ketika berada di pusat pembelanjaan sudah pasti yang memikul berat barang - barang belanjaan adalah suami sedangkan istri hanya tinggal jalan dan membawa dompet mahalnya, hal inilah rupanya yang membuat wanita Jepang itu Cinta kepada para pria Indonesia.
Para Suami orang Indonesia bahkan tidak malu - malu dan ragu untuk membantu Istrinya mencuci piring, menyapu piring dan gelas bahkan hingga membersihkan kamar tidur.
Tidak hanya itu, untuk urusan hubungan suami istri di ranjang, Pria Indonesia cenderung tidak memperhatikan diri sendiri, ia justru lebih sering memperhatikan pasangannya dan memuaskan pasangannya terlebih dahulu dari pada urusan kepuasan dirinya.
Nah, buat kalian para cowok - cowok Indonesia cobalah datang ke Negeri sakura dan coba pacari gadis - gadis di sana :)





