Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2018

5 Fakta Aneh Kehidupan di Jepang yang Bikin Geleng Kepala

Tak bisa dipungkiri, Jepang memang telah terkenal dimana-mana akan kecanggihan dunia teknologinya. Sering disebut sebagai”Land of the Rising Sun” atau Negara terbitnya matahari, Jepang telah menjadi basis bagi beberapa perusahaan terbesar dunia seperti Toyota, Suzuki,Yamaha, Sony, Honda, dan banyak lagi.
Namun di balik semua itu, Jepang ternyata memiliki sisi lain yang pasti akan membuat orang merasa aneh dan keheranan. Berikut adalah daftar 5 fakta aneh tentang Jepang yang bisa bikin kita geleng-geleng kepala.

Sekitar 98% orang yang diadopsi di Jepang berada di antara kelompok usia 20-30 tahun sehingga bisnis keluarga tetap dalam keluarga

Ada tradisi berabad-abad di Jepang di mana orang-orang, biasanya dari kelas bisnis, mengadopsi laki-laki dewasa baik dari dalam keluarga atau dari luar keluarga.
Jika sebuah keluarga tidak memiliki ahli waris laki-laki yang cakap atau jika tidak ada laki-laki sama sekali, mereka akan mengadopsi kerabat laki-laki terdekat atau menikahkannya dengan salah satu putrinya sendiri terutama untuk menjaga agar bisnis tetap hidup.
Praktek ini telah dilakukan selama bertahun-tahun, dan hari ini, adopsi pria dewasa mencapai  nilai mengejutkan sebanyak 98% dari semua total adopsi. Banyak perusahaan terkemuka seperti Toyota, Suzuki, Matsui Securities, dll., dijalankan oleh anak-anak yang diadopsi.
Meskipun tradisi ini berumur ratusan tahun, sampai hari ini dan seterusnya dipastikan masih akan terus tetap berjalan.
Karena populasi yang semakin menua, sistem adopsi orang dewasa ini memainkan peran penting dalam tidak hanya menjaga bisnis keluarga tetap hidup tetapi juga memainkan peran penyeimbang dalam perekonomian.
Meskipun tradisi mengadopsi pria dewasa ini terdengar aneh, itu adalah salah satu faktor paling penting yang membuat perusahaan bisnis yang sudah berdiri berabad-abad seperti Hoshi (didirikan 781 masehi) tetap hidup.

Di Jepang, ada lebih dari satu juta orang dikenal sebagai “hikikomori” yang telah sepenuhnya terisolasi dari masyarakat selama bertahun-tahun.

Hikikomori adalah orang-orang yang menderita penarikan diri dari kehidupan sosial akut dan benar-benar menjauhkan diri dari pergaulan sehari-hari. Orang-orang yang terkena biasanya membatasi diri dengan mengurung terus menerus di kamar-kamar kecil dan hampir tidak memiliki kontak dengan manusia lain.
Jika masih anak-anak, mereka sepenuhnya akan bergantung pada orang tuanya untuk mata pencaharian dan itupun hanya seperlunya saja.
Ada hikikomori yang hidup dalam keadaan pengasingan ekstrem selama lebih dari tujuh tahun. Alasan kenapa mereka seperti itu bisa berbeda-beda dari satu orang dengan orang lainnya. Dua alasan utamanya adalah tekanan ekspektasi yang ekstrem dari orang tua dan beban tanggung jawab ekonomi.
Alasan utama lainnya adalah ketakutan akan kegagalan yang dapat dikaitkan dengan harapan yang terlalu tinggi tapi tidak atau belum pernah terwujud.
Menurut data pemerintah, sekitar 540.000 hikikomori dari perkiraan total satu juta berusia antara 15-39 tahun. Orang-orang ini tidak punya teman, makan makanan di dalam kamarnya, dan pergi ke luar rumah sangat jarang. Mereka berbicara sangat sedikit dan sebagian besar membenci dirinya sendiri.

Di Jepang, kematian karena terlalu banyak bekerja adalah hal yang biasa sehingga memiliki istilahnya sendiri yaitu “Karoshi”, dan ada Jaringan Hotline khusus untuk menangani dan membantu Karoshi dan keluarganya

Sebagian besar penduduk Jepang bekerja selama berjam-jam dengan durasi sangat panjang sehingga meningkatkan jumlah kematian karena pekerjaan yang berlebihan. Sebagian besar dari orang-orang ini melakukan bunuh diri karena tekanan dan tekanan yang begitu berat, dan tidak sedikit yang mengalami serangan penyakit stroke.

Istilah “karoshi”, yang secara harfiah berarti “kematian karena terlalu banyak kerja,” diciptakan pada tahun 1970-an karena jumlah kematian akibat bekerja berlebihan meningkat dengan cepat.
Beberapa korban karoshi bekerja sebanyak 110 jam seminggu,dan beberapa lainnya selama lebih dari 4.000 jam per tahun. Meskipun terdengar mengerikan, orang-orang ini berada di antara kelompok usia 25-60. Ada seorang perawat yang meninggal akibat serangan jantung karena telah melakukan pekerjaan sif  32 jam lima kali dalam bulan itu.
Alasan utama untuk bekerja berlebihan dikaitkan dengan pertumbuhan dan perkembangan eksponensial Jepang tanpa populasi kerja yang cukup. Juga, resesi ekonomi mengakibatkan pengurangan staf, tanpa mengurangi pekerjaan, yang mengakibatkan tekanan ekstrem pada para pekerja.

Pemerintah Jepang telah menjadi tuan rumah acara kencan cepat dengan harapan tingkat rasio kelahiran anak akan meningkat lantaran populasi di negara itu telah turun lebih dari 1 juta sejak 2010.

Meskipun ada banyak negara lain yang mencoba untuk menghidupkan kembali pertumbuhan populasinya, pemerintah Jepang justru benari mengambil langkah yang unik dan berbeda.
Pemerintah telah mengatur layanan kencan cepat di seluruh negara dalam upaya mendorong orang untuk menikah. Ketidakseimbangan populasi dan penurunannya yang stabil telah menjadi salah satu masalah utama bagi Jepang. Mayoritas penduduk semakin tua atau sudah tua.
Penurunan terus menerus dalam kelahiran anak dan populasi yang semakin menua telah mengakibatkan penurunan populasi lebih dari satu juta sejak 2010. Alasan utamanya cukup aneh, yaitu Jepang tidak memiliki banyak waktu untuk berhubungan seks.
Sebagian besar penduduk bekerja lebih dari 80 jam seminggu dan beberapa bahkan tanpa hari libur. Hal ini telah mengakibatkan masalah kesehatan yang serius di kalangan pemuda, menyebabkan kematian mendadak. Juga, ada kecenderungan untuk tidak menikah di kalangan pemuda dan ini justru semakin memperkeruh situasi.
Inisiatif kencan cepat oleh pemerintah ditujukan dan membawa para lajang lebih dekat untuk menemukan pasangan potensial, menikah, dan punya anak.

Jika Anda mengunjungi Jepang dan melihat banyak sekali orang yang memakai masker bedah, jangan khawatir, bukan karena penyakitan atau polusi, melainkan itu telah menjadi tren mode, cara untuk menjaga wajah tetap hangat, dan untuk menghindari interaksi dengan orang asing

Produksi masker bedah adalah industri multi-juta dolar, karena tren yang dimulai sebagai langkah pencegahan kesehatan telah berubah menjadi tren mode ikonik yang digandrungi.
Meskipun awalnya dipasarkan untuk orang yang menderita berbagai alergi, masker ini sekarang memiliki banyak kegunaan lain seperti menjaga mulut tetap hangat dan menghindari interaksi dengan orang asing.
Alasan aneh lainnya bagi sejumlah besar wanita yang mengenakan masker adalah mereka terlalu malas untuk berdandan. Di negara seperti Jepang dimana seseorang wanita diharapkan untuk selalu berdandan dan berdandan, masker bedah adalah alat yang sangat nyaman untuk menghindari kritik yang tidak diinginkan tanpa riasan.
Karena fungsinya adalah sebagai tren mode, masker semacam itu kini telah hadir dalam berbagai warna dan pola. Jadi, seseorang dapat memiliki masker yang cocok dengan pakaian setiap hari. Bahkan juga memiliki aroma wewangian yang berbeda-beda.



Jumat, 30 Juni 2017

Pemkot Solo Suguhkan Atraksi Bakdan Neng Solo

Sambut pemudik Pesona Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama-sama seniman Surakarta menggelar pementasan Sendratari Ramayana di #MudikPenuhPesona. Event tahunan yang mengangkat tema ‘Bakdan Neng Solo’ (Lebaran di Solo:Red) akan dipusatkan di Halaman Benteng Vastenburg Solo pada Tanggal 28-30 Juni 2017.
“Acara ini melibatkan sekitar 200 seniman profesional. Seperti kita ketahui, Mudik Lebaran merupakan tradisi yang dilakukan sebagian oleh masyarakat Jawa, pulang ke kampung halaman bagi perantau dan berkumpul di rumah orang tua. Pemkot Solo ini menginisasi serta membuat event ini sebagai hiburan bagi para perantau yang kembali ke kampung halamannya di Solo, acara ini sangat menarik,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Wawan Gunawan.
Esthy menjelaskan, seperti tahun sebelumnya, pentas akan mengangkat tentang kisah Rama dalam lakon Rama Tambak dan akan berlangsung selama 3 hari. Acara ini juga tidak dipungut biaya alias gratis bagi para pengunjung yang datang.
“Kami mendapatkan kabar bahwa event ini Gratis untuk semua masyarakat Solo dan sekitarnya mulai jam 19.30 WIB, acara Bakdan Solo memberikan apresiasi, edukasi dan hiburan kesenian tradisional Jawa, menginisiasi dan memperkenalkan destinasi wisata baru yang bermuatan budaya serta mengembangkan wisata budaya kota berbasis masyarakat setempat,” tambah Wawan.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Solo Basuki Anggoro Hexa mengatakan, pertunjukan yang mengangkat lakon opera Ramayana ini sudah menjadi tradisi tahunan dan telah digelar selama tiga kali setiap Hari Idul Fitri. Selain itu, event ini juga  didukung sejumlah sanggar dan kelompok seni di Solo. Antara lain Sanggar Tari Soerya Soemirat, Kembang Lawu, Semarak Candrakirana, dan Sarwi Retno Budoyo. Studio Moncar, Wayang Orang Sri Wedari, Dedek Gamelan Orkestra dan Pecas Dhahe.
“Garapan Ramayana menjadi cukup lekat dengan penggemar kesenian tradisional itu. Sajian Ramayana saat ini tampaknya menjadi tontonan yang cukup mendapat perhatian masyarakat. Seperti tahun lalu, pentas yang dikemas dalam ”Bakdan Neng Solo” itu disaksikan sekitar 2.000 penonton setiap malam,” ujarnya.
Lakon Rama Tambak yang disutradarai Agung Kusuo Widagdo sendiri, lanjut Basuki, akan mengisahkan pembangunan bendungan dari kerajaan Poncowati menuju Alengka. Bendungan tersebut dibangun untuk jalan para pasukan Rama yang akan menyerbu Alengka guna merebut Sinta karena diculik oleh Rahwana.
Mendengar rencana penyerbuan itu, di kerajaan Alengka terjadi perselisihan antar saudara. Perselisihan itu terjadi karena Kumbokarno dan Wibisana (adik Rahwana) menasehati kakaknya untuk mengembalikan Sinta supaya tidak terjadi peperangan. Namun, nasehat itu tidak digubris oleh Rahwana karena keangkuhannya. Wibisono diusir dan akhirnya bergabung dengan Rama, sedangkan Kumbokarno pergi ke gua untuk bertapa karena kecewa dengan kakaknya si Rahwana.
Pancawati Kerajaan Ramawijaya Goton royong untuk membuat bendungan.Pembuatan bendungan pertama oleh Wibisana gagal karena tidak menghargai alam bawah laut Ramawijaya akhirnya akan mengeringkan laut, namun para makhuk laut marah dan melapor.
Menteri Pariwisata Arief mengapresiasi atraksi Pesona Lebaran yang dilakukan oleh Pemkot Solo, Mantan Dirut PT Telkom itu menyebutkan, jika atraksi itu merupakan sebuah  wujud kreatifitas dari warga kota Solo yang memberikan apresiasi kepada pemudik wisatawan, setiap malam dikunjungi  oleh wisatawan pemudik lebih dari 3000 penonton dan digelar dalam waktu tiga hari berturut-turut.
“Pagelaran Bakdan ing Solo ini dapat mengembangkan  wisata  budaya  kota  berbasis  masyarakat setempat,  meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan tentunya dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisnus dan wisman di Kota Solo," kata Menpar Arief Yahya.
Pria asal Banyuwangi itu juga meminta setiap daerah memberikan atraksi terbaik bagi para wisatatan agar menjadi destinasi dengan menggunakan standar global. “Kita harus memberikan yang terbaik untuk urusan pariwisata, kehidupan masyarakatnya, pola komunikasi, mempertahankan tradisi dan budaya lokal, termasuk soal kebersihan, keamanan, dan kenyamanan," kata pria asli Banyuwangi itu.

Kamis, 30 Juni 2016

Bukan Hanya di Indonesia, Mudik Juga Berlaku di Korea

Orang Korea punya sejumlah perayaan. Diantaranya Chuseok yang merupakan pesta panen, digelar pada pertengahan musim gugur, yaitu antara 30 September dan 1 Oktober. Pada perayaan Chuseok, keluarga Korea biasanya mudik ke kampung halaman dan berkumpul bersama anggota keluarga sembari memakan makanan khas.

Sebelum menyantap makanan khas Chuseok, orang Korea harus melakukan ritual penghormatan kepada leluhur yang diwujudkan dalam bentuk sujud bersama-sama atau kkeumjeol. Makanan pertama yang dimakan adalah sangpyeon, kue dari tepung beras berbentuk setengah lingkaran. Kue manis yang kenyal ini dibuat dengan cara dikukus. Songpyeon melambangkan bulan setengah lingkaran setelah purnama. Memakan Sangpyeon berarti berjalan melewati waktu.

Setelah songpyeon, makanan yang disantap adalah satu set makanan berbahan dasar daging sapi, yaitu torantang, sugalbijim, dan sugogisanjeok. Torantang adalah sup berbahan dasar kentang, talas, lobak rebus, dan disajikan bersama kaldu sapi mendidih. Torantang biasa dimakan bersama acar bawang hijau, bawang merah yang diaduk bersama kecap.

Bagian kedua dari masakan Chuseok adalah sugalbijim berbahan dasar iga sapi yang pembuatannya hampir sama dengan steak. Hanya, kecap yang digunakan untuk membakar sugalbijim dicampur dengan saus kacang. Perpaduan kecap dan saus kacang menghasilkan rasa yang sangat gurih.

Bagian ketiga adalah sugogisanjeok atau hwayangjeok. Makanan ini dibuat dari bahan dasar daging sapi yang disajikan bersama sayur-sayuran seperti lobak kuning, mentimun, jamur shitake, dan daging kepiting olahan. Semua bahan ini dibentuk seperti tusuk sate, kemudian dibakar dengan menggunakan minyak kedelai dan saus yang merupakan campuran gula, bawang merah, serta bawang putih.

Hwayangjeok memiliki rasa manis dan gurih. Warna makanan yang dibentuk seperti sate ini juga cukup menarik. Daging sapi yang berwarna merah berpadu indah dengan lobak kuning dan jamur shitake yang berwarna hitam. Hwayangjeok dimakan bersama dengan lauk pembuka atau side dishes yang dalam bahasa Korea disebut banchan.

Makanan terakhir yang disajikan dalam perayaan Chuseok adalah hidangan penutup yang disebut dengan namul. Makanan penutup ini berupa sayur-sayuran yang berasal dari pegunungan Korea, misalnya selada air, bayam, serta bunga Bell. Namul memiliki berbagai rasa, tergantung pada pengolahannya. Ada yang tawar, ada pula yang asam.

Pengolahan namul tidak boleh menggunakan garam. Ketentuan itu sesuai dengan fungsi namul sebagai pereduksi lemak sapi yang sebelumnya didapat dari torantang, sugalbijim, dan sugogisanjeok. Namul hanya boleh dibumbui minyak wijen dan bawang putih. Saat ini banyak keluarga yang punya kebiasaan menambah jenis makanan baru seperti myeongtae jeon atau dikenal dengan sebutan boochimgae. Makanan ini berbahan dasar sayur-sayuran, seperti wortel, labu, dan mentimun yang digoreng bersama kocokan telur. Rasa myeongtae jeon sangat mirip dengan omelet sayur, gurih dan sedikit asin. Untuk cita rasa orang Indonesia, myeongtae jeon sangat lezat bila dimakan bersama nasi panas dan namul bayam. Rasanya semakin mirip dengan masakan Indonesia bila dimakan bersama kerupuk.

Rabu, 03 Februari 2016

Inilah Alasan Wanita Jepang Cinta Pria Indonesia

Jawaban Mengapa Wanita Jepang Lebih Suka Pria Indonesia ( Foto @U-Report )
Budaya hubungan suami istri yang ada di Negara Bunga Sakura itu sangatlah berbeda dengan yang ada di Indonesia, di sana peran seorang wanita lebih banyak ketimbang seorang lelaki, di mana seorang wanita di sana hampir melakukan segala hal sedangkan lelaki hanya duduk dan bekerja.


Tugas wanita di Jepang adalah mengurus anak, suami dan juga menyelesaikan masalah perabotan rumah tangga seperti mencuci piring, menyapu dan membersihkan rumah, Di Jepang menjadi seorang Istri merupakan suatu pekerjaan yang melelahkan pasalnya hampir semua urusan rumah istri yang melakukanya.

Para pria Jepang biasanya hanya bekerja dan juga memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja selebihnya untuk urusan merawat anak dan membersihkan rumah adalah urusan Istri, terlebih - lebih yang paling terlihat ketika berada di pusat pembelanjaan Mall, di mana ketika usai belanja, beratnya barang belanjaan di pikul sendiri oleh sang istri dan sang suami justru terlihat santai tidak membantunya.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan para lelaki Indonesia, meski pun memang sudah menjadi tugasnya seorang wanita merawat Anak, melayani suami dan juga mengurus kebersihan rumah, namun para suami di Indonesia cenderung lebih perhatian dan tidak menginginkan istrinya terlalu lelah bekerja.

Bahkan jika para suami di Indonesia ketika berada di pusat pembelanjaan sudah pasti yang memikul berat barang - barang belanjaan adalah suami sedangkan istri hanya tinggal jalan dan membawa dompet mahalnya, hal inilah rupanya yang membuat wanita Jepang itu Cinta kepada para pria Indonesia.

Para Suami orang Indonesia bahkan tidak malu - malu dan ragu untuk membantu Istrinya mencuci piring, menyapu piring dan gelas bahkan hingga membersihkan kamar tidur. 

Tidak hanya itu, untuk urusan hubungan suami istri di ranjang, Pria Indonesia cenderung tidak memperhatikan diri sendiri, ia justru lebih sering memperhatikan pasangannya dan memuaskan pasangannya terlebih dahulu dari pada urusan kepuasan dirinya.

Nah, buat kalian para cowok - cowok Indonesia cobalah datang ke Negeri sakura dan coba pacari gadis - gadis di sana :)

Sabtu, 09 Januari 2016

Bali di Mata Walter Spies, Seniman Legendaris Kelahiran Rusia

Goresan kuas pelukis primitivis Walter Spies terk
enal di Eropa pada tahun 1920-an dan 1930-an dan membuat Bali menjadi sarang seniman, intelektual, dan penulis. Pengunjung Spies termasuk Charlie Chaplin, Rabindranath Tagore, dan H.G Wells. RBTH menampilkan beberapa lukisannya yang paling terkenal.



Walter Spies1

Pemandangan dari Ketinggian (A View from the Heights) (Cat minyak di atas kanvas, 1934) menampilkan keidupan sebuah desa di pulau tropis. Langit dicerminkan dalam hamparan sawah padi di musim berangin. Terlihat pula Gunung Agung, gunung berapi yang keramat.
Walter Spies2

Pemandangan dan Anaknya (The Landscape and Her Children) (Cat minyak di atas papan, 1939) adalah karya terbaiknya dan digambar dari penjara Belanda di Surabaya. Lukisan ini dianggap sebagai contoh realisme magis, menggambarkan perubahan dalam perasaan dan sikap di alam bawah sadar.
Walter Spies3

Festival Malam di Yogya (The Night in Djogja) (Cat minyak di atas kanvas, 1926) menampilkan interaksi masyarakat Jawa dan terkesima dengan lampion magis. Sinar dari kotak menampilkan kulit kecokelatan dan patung tubuh masyarakat Jawa, yang dikagumi Spies.
Walter Spies4

Peseluncur Es (The Ice Skaters) (Cat minyak di atas kanvas, 1920) dinilai menampilkan semua karakter Spies yang mencintai seni primitivis. Lukisan ini menampilkan sekelompok orang yang bermain seluncur di danau yang membeku, dikelilingi pepohonan.
Walter Spies5

Pemandangan Sumatera (The Landscape of Sumatran) (Cat minyak di atas kanvas, 1941) merupakan salah satu lukisan terakhir Spies. Lukisan ini paling Eropa dari karya-karya Spies di Hindia Belanda dan hampir tak memiliki unsur Orientalis sama seakli..
Walter Spies6

Kematian Arya Penangsang (The Death of Arya Penangsang) (Cat minyak di atas kanvas, 1929) menampilkan dongeng Jawa populer, dari abad ke-16. Arya Penangsang, seorang bangsawan, terbunuh di medan perang.
Walter Spies7

Pemandangan dari Pohn Palem (View through the Palms) (Cat minyak di atas kanvas, 1938) menggambarkan istana raksasa yang terlihat dari jarak jauh oleh seseorang yang membawa air. Lukisan ini juga dibuat saat Spies berada dalam penjara.