Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juli 2018

Kembali Kuliah di IPB, Arnita: Insya Allah Kasus Sudah Tuntas

 Arnita Rodelina Turnip menyampaikan rasa bahagia atas dibayarnya tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Institut Pertanian Bogor oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, sebesar Rp55 juta, Kamis 2 Agustus 2018. Ia berharap ke depan agar masalah ini tak terulang kembali.

"Kasus ini Insya Allah akan tuntas dan saya bisa kembali kuliah di IPB. Mohon doanya saja supaya tidak terulang kembali masalah ini baik pada saya maupun anak bangsa di daerah-daerah lain," kata Arnita kepada VIVA, Jum'at pagi, 3 Agustus 2018.

Arnita menucapkan terima kasih atas bantuan Ombudsman RI Perwakilan Sumut dan semua pihak yang sudah membantunya berjuang menyelesaikan masalah dihadapinya ini.

"Saya juga berterimakasih, terutama pihak media dan rekan-rekan saya semuanya," sebut Arnita.

Untuk pembayar tunggakan UKT milik Arnita Pemkab Simalungun baru membayar sebesar Rp55 Juta. Tunggakan UKT Arnita keseluruhannya berjumlah Rp66 juta selama 6 semester dan persemesternya biaya UKT sebesar Rp11 Juta?


Pembayaran tunggakan UKT itu, tertuang dalam surat Disdik Simalungun Nomor 820/8311/4.4.1/2018, perihal Pengaktifkan kembali mahasiswa BUD IPB An. Arnita Rodelina Turnip. Surat ini langsung ditandatangani oleh Kadisdik Simalungun, Resman Saragih untuk disampaikan ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Kamis 02 Agustus 2018.
"Jadi, kemarin sore pihak Ombudsman sudah menerima kiriman saya bukti pembayaran tunggakan saya di IPB oleh Pemkab Simalungun," tutur Arnita.

Sabtu, 07 Juli 2018

Cara Unik PSK Sunan Kuning Semarang Tolak Penutupan Lokalisasi

Para pekerja seks komersial atau PSK di kompleks Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning Semarang kompak menolak penutupan. Mereka menyuarakan penolakan itu dengan cara unik. Salah satunya mengenakan atribut kaus bertulis 'Pray For Sunan Kuning'.

Langkah sejumlah PSK menolak penutupan yang dilakukan Kementerian Sosial dan Pemkot Semarang pada 2019 disuarakan pada pertemuan di balai RW 006, Kalibanteng Kulon, Kamis, 2 Agustus 2018. Dalam diskusi publik bertajuk 'Kesehatan di Tengah Sampah Masyarakat' itu para PSK hadir dan mengungkapkan kekhawatiran mereka soal rencana ditutupnya lokalisasi terbesar di Ibu Kota Jawa Tengah itu.
"Kalau SK ditutup ya jangan. Teman-teman kami mau kerja ke mana? Kalau beroperasi di jalanan kan enggak ada yang melakukan screening kesehatan dan tes rutin," kata EN, salah seorang PSK.

Perempuan yang mengenakan kaus hitam bertulis 'Pray For Sunan Kuning' itu mengaku isu penutupan Sunan Kuning telah membuat resah ratusan penghuninya. Mereka khawatir mata pencaharian mereka akan hilang begitu saja tanpa solusi yang jelas.
Karenanya di bagian belakang kaus yang dikenakan para PSK, sejumlah kalimat unik dituliskan. Mulai dari 'Kami Hanya Butuh Makan untuk Hidup' hingga "Pelacur Hebat! Koruptor Bangsat!'.

"Kami pakai kaus ini agar masyarakat bersimpati. Sebaiknya rencana penutupan ini ditunda, daripada nanti kami malah (menjajakan diri) di jalan-jalan," sebutnya.
Selama ini, lanjut EN, para PSK sudah berupaya memperbaiki diri dengan mengikuti ragam pelatihan tata boga, menjahit, hingga salon kecantikan. Pelatihan itu diikuti para PSK sebulan sekali untuk mempersiapkan diri beralih profesi di luar bisnis esek-esek.
"Saya sudah setengah tahun latihan bikin roti sama tahu kedelai. Manfaatnya sedikit demi sedikit sudah saya rasakan, krenteknya mau jualan apa nanti kalau keluar dari SK, sudah ada bayangannya," aku perempuan 53 tahun tersebut.
Di usianya yang senja, EN memilih menjadi relawan penyuluh kesehatan yang bergerak di bawah arahan pengelola Resos Argorejo. Tugasnya jelas. Saban hari, ia menyambangi satu per satu wisma untuk menyosialisasikan fungsi pemakaian kondom dan manfaat screeningkesehatan untuk mendeteksi penyakit berbahaya.
Nenek lima cucu itu berharap para pekerja seks bisa mentas sebelum Sunan Kuning ditutup pada 2019. Saat ini, ia mengatakan, masih terdapat 488 pekerja seks yang masih menjajakan diri di 150 wisma di Sunan Kuning.
"Itu yang punya kartu anggota resmi dari resos. Di luar itu banyak yang ditemukan jadi freelance (paruh waktu). Itu yang malah mengkhawatirkan karena tidak terpantau pengurus," tuturnya.
Sementara itu, Ari Istiadi, selaku koordinator Keamanan Sunan Kuning dari Lentera ASA, mengaku pihaknya masih getol mengupayakan agar penutupan Sunan Kuning dapat ditunda. Hal itu lantaran program pengentasan yang selama ini dilakukan cukup berjalan baik.
Jika tiba-tiba saja Sunan Kuning ditutup, pihaknya tidak berani menjamin mereka akan langsung kembali ke masyarakat dengan baik. Karena hal itu butuh kajian mendalam hingga para PSK benar-benar dapat berubah.
"Sengaja kami kumpulkan sejumlah NGO dan perwakilan anak asuh agar benar-benar paham manfaat cek kesehatan yang rutin diadakan di sini. Mudah-mudahan pemerintah tergerak untuk mengkaji rencana penutupan resos pada 2019 nanti," katanya.

Rabu, 27 Juni 2018

Putra-putri Jokowi Masih KTP Jateng, Kaesang Mencoblos di TPS 23

Ibu Negara Iriana Jokowi mengantar putra bungsunya, Kaesang Pangarep untuk mencoblos di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah di TPS 23, Tirtoyoso 05/13 Manahan, Banjarsari, Solo, Rabu, 27 Juni 2018

Pantuan VIVA.co.id, iring-iringan mobil yang membawa Ibu Negara dan Kaesang Pangarep tiba di lokasi TPS 23 sekitar pukul 09.15 WIB. Kedatangan keluarga Presiden Jokowi itu dikawal oleh Paspampres.

Setelah tiba di TPS, Iriana yang mengantar Kaesang untuk mencoblos langsung berbaur dengan warga yang sedang duduk di kursi tunggu. Sedangkan Kaesang langsung mendaftar ke petugas TPS.

Setelah itu putra bungsu Presiden Jokowi itu kembali duduk berdampingan dengan Ibu Negara. Setelah menunggu, tak lama kemudian nama Kaesang pun dipanggil petugas. Ia langsung menerima surat suara menuju bilik suara untuk mencoblos.

Usai mencoblos, Kaesang dan Ibu Negara langsung berpamitan kepada warga lainnya yang sedang duduk mengantre. Selanjutnya, dengan pengawalan ketat Paspampres, keduanya langsung berjalan kembali menuju mobil Alphard.

Seperti diketahui, tiga putra dan putri Presiden Jokowi masih tercatat sebagai daftar pemilih tetap di TPS 23. Sedangkan Jokowi dan Iriana tidak tercatat di daftar pemilih TPS tersebut karena telah pindah domisili kependudukan di Jakarta.


Rabu, 23 Mei 2018

Novel Bamukmin: Iwan Bule Biang Kerok Kasus Habib Rizieq

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidar Hasan Bamukmin masih geram dengan figur Komjen Pol M Iriawan yang sekarang menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat. Iriawan yang pernah menjadi Kapolda Metro itu dinilai biang kerok atas kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
Novel menduga Iriawan melakukan rekayasa terhadap beberapa kasus Rizieq.
“Itu banyak yang terjerat oknum Plt Jabar ini, itu biang keroknya. Kita menduga rangkaian kasus yang dibuat oknum yang menjabat sebagai Plt Gubernur Jabar sekarang," kata Novel di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 26 Juni 2018.
Dia dengan lantang bahkan menyinggung jenderal bintang tiga yang akrab disapa Iwan Bule itu sebagai biang keladi dugaan kasus chat fitnah Habib Rizieq. Kemudian, terkait aksi 411 yang berujung ada penembakan gas air terhadap para peserta.
"Terlalu banyak yang beliau lakukan. Dosanya terlalu banyak yang dilakukan oleh Plt gubernur Jabar ini,” lanjut Novel.
Meski dua kasus Rizieq di kepolisian resmi disetop, Rizieq belum juga pulang ke Indonesia dari Arab Saudi. Diduga Rizieq akan pulang usai beberapa kasus lain yang masih dituduhkan padanya disetop.
"Kita maunya cepat itu (Rizieq pulang). Tapi kan banyak pertimbangan lain. Dengan pertimbangan 3 kasus itu segera di SP3," katanya.
Terkait kemungkinan Rizieq pulang ke tanah air saat Pemilihan Presiden 2019 mendatang, ia menjawab belum tahu. Namun, ia menegaskan jika Jokowi diganti maka Rizieq akan pulang. "Mungkin 2019 ketika mungkin ganti presiden beliau rasa aman pulang. Tergantung HRS (Habib Rizieq Shihab)," kata Novel.



Selasa, 03 April 2018

Ketika Investasi Asing Sepaket dengan Pekerja

Guna mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi, Presiden Joko Widodo merombak aturan perizinan penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing pun resmi berlaku pada 26 Maret 2018. Dalam aturan itu, administrasi perizinan TKA yang bekerja di Jakarta dipermudah, dengan harapan investasi semakin deras masuk ke Indonesia.

Terbitnya aturan ini menuai kontroversi dari berbagai pihak, salah satunya dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Keputusan Jokowi ini, dinilai akan mengorbankan tenaga kerja lokal yang tidak bisa terserap bekerja dalam lapangan kerja sehubungan dengan masuknya investasi.
"Jangankan ada Perpres, tidak ada Perpres saja buruh China datang membanjiri Indonesia," ujarnya Presiden KSPI Said Iqbal Kepada VIVA, Kamis 19 April 2018.

Pemerintah berdalih bahwa aturan ini hanya diperuntukkan untuk tenaga kerja dengan keahlian tertentu, atau untuk jabatan-jabatan khusus. Namun, menurut Said, saat ini banyak tenaga kasar dari luar negeri yang membanjiri lapangan kerja di Indonesia.

Tidak hanya itu, ada pula kesenjangan yang dirasakan oleh para pekerja lokal. Dia mencontohkan, ada sopir forklif di sebuah perusahaan investasi China, yang memproduksi baja di daerah Pulogadung Jakarta, bergaji kurang lebih Rp10 juta per bulan.
"Sedangkan pekerja Indonesia di perusahaan yang sama, hanya bergaji Rp3,6 juta. Hanya sepertiga dari TKA China," lanjutnya.

Lebih lanjut, Said mengatakan, berdasarkan Undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tegas melarang TKA unskill bekerja di Indonesia. Namun, dalam Perpres 20 tidak ada larangan secara tegas bahwa TKA unskill tidak boleh masuk.

Pada pasal 6 ayat tiga balied tersebut dijelaskan bahwa jenis jabatan, sektor, dan tata cara penggunaan TKA sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri. Artinya, jika dibutuhkan, tenaga kasar atau unskill bisa saja dipersilahkan bekerja di Indonesia.
"Apa yang dilakukan pemerintah dengan mempermudah izin TKA, adalah pengingkaran dan menciderai konstitusi dan berpotensi presiden melanggar UUD 1945," ujarnya.

Sabtu, 24 Maret 2018

Kamar Tamu di Rumah Raffi Ahmad Berhantu

Setelah heboh video pengakuan Raditya Dika rumahnya berhantu, baru-baru ini, pasangan suami istri, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga membongkar rahasia, bahwa rumahnya juga dihuni makhluk tak kasat mata.
Lewat akun Youtube miliknya,Rans Entertainment, Raffi dan Nagita mencerita beberapa sudut rumahnya yang dianggap angker.

Guys, akhir akhir ini gw emang sering ngomongin hantu karena selain film gw dan Gigi tayang dimana gw harus promo kesana kemari, tapi ternyata nih guys, suasana serem itu kebawa sampe ke rumah. Belum lama ini Roy Kyoshi juga sempet bilang di rumah gw emang ada penunggunya, gw sih setuju karena gw pernah ngalamin. Dan parahnya gak cuma gw yang ngalamin, ternyata pembantu rumah gw juga sempet diganggu sama penunggu rumah. Tonton aja videonya sampai selesai guys,"

tulis Raffi di caption akun Youtube nya dengan judul 'Bedah Hantu di rumah Raffi Gigi."
Raffi pun menceritakan, aura menyeramkan di rumah nya memang sangat terasa. Bahkan sejumlah tamu yang datang  ke rumahnya juga sempat bercerita, merasa aneh, bahkan merasa panas dan berat.

"Waktu Marshanda pertama kali masuk rumah ini, dia merasakan hal seperti sakit kepala, panas, berat. Padahal dia dalam keadaan sehat. Tapi tiba-tiba aja dia ngerasa sakit kepala," cerita Nagita dalam video yang sudah ditonton 338 ribu kali itu.
Roy Kiyoshi, sang indigo juga pernah bercerita pada Raffi, bahwa hunian yang terletak di Green Andara Residence memiliki aura yang bikin merinding.
Salah satu ruangan yang dianggap angker adalah kamar tamu. Raffi pun pernh memiliki pengalaman, seperti diganggu makhluk halus. "Waktu itu aku datang subuh-subuh, aku tidur pintu ngebuka, ada langkah anak kecil, trus pintu nutup sendiri, aku enggak bisa bangun pas mau ke luar dan ada suara hihihii," kenang Raffi.
Yang bikin Raffi merasa semakin takut, Roy Kiyoshi membenarkan kamar itu berhantu. "Padahal, Roy samasekali enggak pernah masuk ke dalam kamar yang aku ceritain, tapi dia bisa tahu di jendela dan kamar mandinya, ada aura yang kenceng di tunjuk ke kamar itu."
Raffi pun menceritakan riwayat rumahnya sebelum dibangun menjadi hunian mewah yang saat ini dihuninya. "Pertama kali waktu aku bangun rumah ini, ada salah satu orang yang kerja, ini beneran, memang pernah bilang pohon yang di garasi, memang cukup kuat yang nunggu."
Jadi, lanjut Raffi, saat dia bangun rumah tersebut, ada syarat yang harus dijalani. Raffi harus menyembelih kepala kambing dan harus menguburkannya.
"Syaratnya, harus potong kepala kambing, kepala kambingnya darahnya dibersihin, abis itu kepala kambingnya langsung aku tanam. Tanamnya di jendela di depan kamar ini persis. Itu beneran, ini syarat aja, aku percaya tetap pada iman kita pada Allah," kata Raffi.

Raffi pun memperlihatkan, ruangan kamar yang diyakininya "berpenghuni". Nuansa kamarnya sedikit sempit, namun rapi, dihias dengan berbagai dekorasi warna hijau. Di dalam kamar itu juga terdapat fasilitas kamar mandi.
"Di dalam kamar mandinya ada jendela kecil, di kamar mandi ini sering banget suara air ngocor sendiri sama flash."
Kisah seram rumah Raffi dan Nagita ini, semua mereka ceritakan. Dan seluruh kisahnya dimasukkan dalam video yang di unggah di akun Youtube miliknya.


Selasa, 06 Februari 2018

5 Aksi Brutal Hewan Memangsa Manusia

Ketika habitat asli hewan mulai terusik oleh manusia, beberapa makhluk ini mulai berkeliaran dan mengambil daging manusia. Kadang, hewan-hewan ini memburu manusia hanya untuk bersenang-senang saja, bukan sekadar untuk mencari makan.
Akibatnya, hewan pemakan manusia ini menyebabkan seluruh desa dan kota menjadi penuh dengan ketakutan. Saat ada orang yang mengatakan, "Jangan main-main dengan alam," hewan-hewan ini merupakan bukti konkret atas pernyataan tersebut.
Naluri predator, kekuatan dan kecepatan dari satwa-satwa liar, menjadikan mereka sebagai pembunuh berantai yang paling berbahaya di planet ini. Berikut adalah lima aksi brutal hewan yang akan mengingatkan manusia betapa rapuhnya mereka di hadapan predator lain.
Tsavo Man dan Eaters - 135 korban


Tsavo Man dan Eaters merupakan sepasang saudara dari jenis singa Tsavo. Mereka bertanggung jawab atas 35-135 kematian pekerja konstruksi di jalur kereta api yang menghubungkan Kenya-Uganda, dari Maret sampai Desember 1898. Menurut kesaksian, singa-singa tersebut mendatangi kamp dan tenda pekerja, menarik mereka kemudian menerkamnya. Benar saja, teori ini terbukti ketika mereka menemukan gua yang penuh dengan sisa-sisa korban dari singa-singa tersebut.
Kru mencoba untuk menakut-nakuti singa dengan membuat api unggun dan pagar berduri, tetapi tidak berhasil. Pembangunan ini akhirnya dihentikan, karena para pekerja melarikan diri dan ketakutan. Letnan Kolonel Henry Patterson akhirnya ditugaskan untuk membunuh hewan tersebut. Ia memasang perangkap dan mencoba untuk menyergap singa beberapa kali, tapi singa-singa tersebut berhasil menghindar.
Akhirnya pada 9 Desember 1898, Patterson menembak singa pertama. Dua puluh hari kemudian, Patterson menemukan dan menembak singa kedua. Dibutuhkan 9 peluru untuk membunuh singa kedua, dan 8 orang untuk membawa bangkai singa ke perkemahan.
Devilish Cunning Panther - 150 korban


Panter hitam dari Provinsi Tengah yang juga dikenal sebagai Devilish Cunning Panther, merupakan jenis leopard jantan dari India yang disebut-sebut sebagai pemakan manusia, yang selama beberapa tahun di India Inggris pada awal abad ke-20 telah menewaskan lebih dari 150 orang. Semua korban adalah wanita dan anak-anak, hewan buas ini datang setiap dua atau tiga hari sekali, di daerah yang berbeda-beda, dengan jarak antara 20 sampai 30 mil dari serangan terakhir. Panther tersebut menyebabkan kepanikan, sehingga warga lokal sering meninggalkan rumahnya.
Hewan ini masuk ke pondok dan rumah-rumah penduduk, membunuh warga dan kemudian meninggalkan mayatnya, hal tersebut menunjukkan bahwa ia membunuh bukan karena kebutuhan melainkan untuk bersenang-senang saja. Pemburu Inggris yang tidak disebutkan namanya dikirim untuk membunuh hewan tersebut dan akhirnya gagal. Devilish Cunning Panther akhirnya berhasil ditembak oleh penggembala kambing setempat. 
Buaya Gustave - 300 korban


Gustave merupakan buaya Nil terbesar yang pernah tercatat. Beratnya mencapai satu ton dan diperkirakan memiliki panjang antara 18 sampai 25 kaki. Gustave selalu menyerang di tempat yang berbeda, dan tidak ada yang bisa memprediksi keberadaannya. Nil raksasa telah menewaskan lebih dari 300 orang, dan bukan hanya untuk dimakan saja. Ia sering menyerang perahu yang penuh dengan orang, membunuh beberapa korban dan kemudian membiarkan mayat-mayat tersebut mengambang di air.
Para ahli mengatakan bahwa Gustave telah hidup selama lebih dari 60 tahun, dan sudah melalui perang saudara bahkan genosida di wilayah Burundi. Ia juga memiliki sejumlah luka di sekujur tubuhnya, seperti luka bekas pisau, tombak, bahkan matanya hilang akibat luka tembak. Ia terlalu sulit untuk ditangkap, selalu berhasil menghindar dari perangkap air dan seolah mengejek mereka yang mencoba untuk menangkapnya. Sejarah mengatakan, ia bahkan telah melahap seluruh kuda nil, hewan raksasa yang paling ditakuti oleh buaya. Gustave terakhir terlihat pada tahun 2008 oleh seorang fotografer National Geographic.
Leopard Panar - 400 korban


Leopard Panar merupakan kucing besar legendaris di awal abad 20. Ia merupakan jenis leopard jantan yang bertanggung jawab setidaknya atas 400 korban di wilayah Panar, Distrik Almora di India Utara. Pemburu legendaris Jim Corbett mengetahuinya di tahun 1907, dan berangkat untuk membunuhnya di tahun 1910. 
Leopard ini kurang mendapat perhatian dari pers India daripada leopard dari Provinsi Tengah karena wilayah Almora yang terpencil. Tapi meskipun begitu, ia merupakan salah satu kucing besar yang paling ditakuti di India pada saat itu. Corbett akhirnya berhasil memburu dan membunuhnya.
Singa pemakan manusia dari Njombe - 1500 korban


Kasus terburuk dari hewan pemakan manusia mungkin berasal dari singa-singa ini. Ada sekitar 15 singa yang diburu di wilayah Tanzania dekat kota Njombe, antara tahun 1932-1947. Legenda mengatakan, singa-singa ini dikendalikan oleh seorang dukun bernama Matamula Mangera, yang mengirim mereka untuk membunuh penduduk. Penduduk setempat mengatakan bahwa Mangera mengirim mereka karena ingin balas dendam terhadap rakyatnya sendiri yang telah menggulingkan jabatannya di desa.
Singa terus menyerang, bahkan setelah penduduk memohon kepada kepala suku untuk mengembalikan jabatan dari dukun tersebut. Akhirnya, pemburu Inggris George Rushby memutuskan untuk mengakhiri serangan. Rushby tiba di Njombe pada tahun 1947, 15 tahun setelah serangan dimulai. Pada saat itu, singa-singa tersebut hendak membunuh sekitar 1500-2000 korban.
Rushby mengatakan, singa-singa tersebut membunuh penduduk di sore hari, dan memanfaatkan malam hari untuk melakukan perjalanan sejauh 15-20 mil ke desa-desa yang tidak dicurigai. Ia percaya, singa-singa tersebut menggunakan sistem estafet untuk menyeret tubuh manusia ke dalam semak-semak. Rushby akhirnya berhasil membunuh 15 singa tersebut

Jumat, 26 Januari 2018

Asteroid Mengintai Bumi, Umat Manusia Terancam Musnah?

Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA membuat pengumuman penting. Sebuah Asteroid 2002 AJ129 dikabarkan akan melintas dekat Bumi, tepat pada Minggu 4 Februari 2018.
Saat berpapasan dengan Bumi, asteroid tersebut hanya berjarak sekitar 4,1 juta kilometer dari Bumi, atau 10 kali antara jarak Bumi dengan Bulan.

AJ129 sudah diteliti selama 14 tahun dan telah diketahui lintasan orbitnya. Akankah asteroid itu menabrak Bumi dan menciptakan bencana besar?
Manajer Pusat Penelitian Obyek Dekat Bumi Laboratorium Jet Propulsi NASA, Paul Chodas menegaskan, kalau AJ129 tidak akan menghantam Bumi, meskipun jarak batu antariksa melintas itu memang dekat dengan Bumi.
"Menurut perhitungan kami tidak ada peluang sama sekali Asteroid 2002 AJ129 menabrak Bumi, baik pada tanggal 4 Februari maupun sampai 100 tahun mendatang," ungkapnya, dikutip dari situs Metro, Kamis 25 Januari 2018.
Namun, ada pendapat yang berbeda. Peneliti dari Pusat Penelitian Atmosfer Nasional di Colorado, Amerika Serikat, Charles Bardeen mengatakan, batuan luar angkasa dengan luas lebih dari satu kilometer mampu membuat kebakaran hutan akibat membuang debu dan abu dalam jumlah besar ke udara.
Selain itu, sisa-sisa batu antariksa itu tetap 'menempel' pada atmosfer selama 10 tahun, sehingga akan menghalangi sinar Matahari.
"Skenario terburuk ini bisa membuat suhu di Bumi turun dan kemungkinan besar sektor pertanian akan mengalami gagal panen selama bertahun-tahun," katanya, mengingatkan.
Seorang programer komputer dan astronom, Robert Walker, memprediksi jika asteroid seluas 200 meter menghantam Bumi. Meski begitu, ia mengklaim tidak ada dampak besar pada kelangsungan hidup manusia.
Namun, jika benda luar angkasa tersebut masuk ke laut, menyebabkan bencana Tsunami dan manusia, serta pemukiman yang dekat dengan laut tersebut akan berimbas.
"Jika menghantam daratan akan membuat lubang (akan 10 kali lebih besar dari diameter asteroid), akan membunuh jutaan orang. Terlebih, kalau mendarat dekat atau di tengah kota," jelas Walker.
Tetapi, jika mendarat di daerah terpencil, efeknya akan sangat minim dan mayoritas area saat ini masih gurun, atau es atau tidak ditinggali oleh manusia.
"Saya juga melihat asteroid dengan ukuran ini (kalau menghantam Bumi) tidak akan berdampak pada suhu di Bumi, atau mengakibatkan musim dingin, atau pun menghalangi sinar Matahari menyinari Bumi," ujarnya, menerangkan.

Mencari tempat baru
Asteroid 2002 AJ129 memiliki lebar 1,1 kilometer, atau lebih panjang dari gedung pencakar langit tertinggi dunia, Burj Khalifa, yang panjangnya 0,8 kilometer.
Asteroid ini akan meluncur mendekat bumi dengan kecepatan 67 ribu mil per jam, atau 10 kali lebih cepat dari kecepatan pesawat hipersonik North America X-15.
Fisikawan Stephen Hawking mengungkapkan, manusia tidak punya pilihan lain selain mencari tempat baru untuk hidup.
Menurutnya, mau tidak mau, manusia harus meninggalkan Bumi, karena cepat atau lambat, manusia bisa punah, yang salah satunya, akibat hantaman asteroid.
Untuk itu, ia mengajak semua bangsa untuk fokus lagi ke misi antariksa. Hawking meyakini, pada 2020, manusia sukses mendarat lagi di Bulan, dan lima tahun berikutnya, manusia harus sudah bisa menginjakkan kaki di Planet Mars.
"Menyebar ke luar angkasa akan mengubah sejarah manusia, sebab Bumi tidak bisa dihuni selamanya. Misi antariksa, merupakan ambisius baru yang akan menarik banyak anak muda dan meningkatkan ketertarikan pada bidang lain seperti astrofisika dan kosmologi," kata Hawking, seperti dikutip BBC.
Ia kembali meyakinkan bahwa satu-satunya tempat berpijak adalah pergi dari Bumi dan merambah antariksa merupakan satu-satunya cara menyelamatkan diri. “Saya yakin, manusia harus meninggalkan Bumi. Saya juga berharap, bangsa-bangsa di dunia tak bertikai dan fokus pada upaya menyelamatkan manusia," ungkap dia, menekankan.

Benda luar angkasa
Mengutip Vox, lima tahun lalu, sebuah benda luar angkasa menghantam wilayah Chelyabinsk, Rusia. Ledakannya mampu membuat kerusakan pada 30 kilometer wilayah di sekitarnya, di mana 7.000 gedung rusak parah, 1.500 orang terluka parah meskipun tidak ada korban jiwa.
Ledakan dahsyat itu disebabkan oleh benda luar angkasa berukuran 20 kilometer. Peristiwa yang terjadi 15 Februari 2013 lalu tersebut, cukup membuat shock semua orang. Yang terpenting, warga dunia menyadari jika ternyata ada ancaman dari luar angkasa terhadap kelangsungan hidup di Bumi.
Apalagi, dengan kenyataan bahwa ada sekitar jutaan asteroid yang beredar di sistem tata surya kita. Tidak heran, jika negara adikuasa Amerika Serikat, membuat program pemantauan bertajuk Near Earth Object (NEO), yang mendeteksi keberadaan benda luar angkasa sampai jarak 40 ribu mil dari Bumi.
Jika lengah, bukan tidak mungkin salah satu benda tersebut mampu menyenggol, bahkan menabrakkan diri ke Bumi, menyebabkan kerusakan yang lebih dahsyat dari Chelyabinsk. Hal yang ditakutkan, munculnya kiamat yang mampu menghancurkan peradaban.
Sebelumnya, awal tahun ini, Asteroid 3200 Phaethon pernah mendekati Bumi. Dilansir Mirror, ilmuwan mengungkap kenyataan tentang 3200 Phaethon. Asteroid yang sebelumnya diperkirakan berdiameter tidak lebih dari lima kilometer ini ternyata di luar dugaan.
Para ilmuwan Planetary Radar di Arecibo Observatory, Puerto Riko, mengungkapkan, melalui sebuah gambar radar yang mereka amati bahwa diamater 3200 Phaethon lebih besar 0,6 mil dari ukuran yang diperkirakan sebelumnya.
Asteroid ini ternyata memiliki diameter 3,6 mil, atau sekitar 5,8 kilometer. "Pengamatan baru Phaethon ini menunjukkan bahwa bentuknya mirip dengan Asteroid Bennu," kata Patrick Taylor, pemimpin grup Planetary Radar.
Mengenai jaraknya dengan Bumi, Taylor mengungkapkan, pada 17 Desember 2017, asteroid ini berada pada jarak 10,3 juta kilometer dari Bumi.
Jarak tersebut, merupakan jarak terdekat kedua bagi 3200 Phaethon ke Bumi sepanjang abad ini. Pada 2093 nanti, diperkirakan Asteroid 3200 Phaethon hanya akan berjarak tiga juta kilometer dari Bumi.


Sabtu, 30 September 2017

Inggris dan Amerika Dikabarkan Berencana Bunuh Kim Jong Un

Pasukan elit kerajaan Inggris, Special Air Service atau SAS, prajurit angkatan darat Delta Amerika Serikat dan unit komando Korea Selatan dikabarkan sedang menyiapkan misi khusus untuk menculik dan membunuh Kim Jong Un dari Korea Utara.

Gabungan pasukan khusus dari tiga negara ini, dikerahkan melakukan operasi khusus ini untuk mencegah pemimpin negara komunis itu meluncurkan serangan electromagnetic pulse (EMP) ke Amerika. Dalam pasukan khusus, terdapat sejumlah unit yang ahli di bidang senjata nuklir, kimia dan senjata biologis khusus.

Seperti dikutip dari Express.co.uk, Minggu, 1 Oktober 2017,  bahwa pasukan gabungan ini diyakini bisa masuk ke Korea Utara untuk menculik dan membunuh Kim Jong Un. Mereka akan melakukan penyerangan melalui darat, laut, udara dan dibantu pasukan pembelot yang ada di dalam Korut.
Misi ini digelar untuk mencegah perang nuklir yang semakin nyata bakal terjadi, terutama setelah semakin panasnya pertikaian antara Korut dengan Amerika.
Salah seorang intelijen senior Inggris menuturkan, misi menculik dan membunuh Kim Jong Un berisiko sangat tinggi. Tapi misi ini harus dilakukan untuk mencegah perang nuklir yang bisa menyebabkan nyawa ratusan ribu orang melayang dan terjadinya krisis keuangan global.
Intelijen senior itu mengatakan, misi pembunuhan Kim Jong Un akan semakin sulit dilakukan jika diktator itu berada di Pyongyang. Sebab, negara tertindas seperti Korea Utara memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

"Ini akan menjadi misi yang sangat berisiko tinggi dan peluang keberhasilannya kurang dari 40 persen, tapi ini adalah alternatif terbaik untuk perang nuklir atau konvensional di mana ratusan ribu orang dapat terbunuh," kata intelijen senior itu.
Menurut intelijen senior Inggris itu, operasi semacam ini dipastikan akan melanggar hukum internasional. Tapi harus dilakukan.

"Terus terang kita bisa khawatir tentang legalitas pembunuhan yang ditargetkan begitu Kim Jong Un pergi. Banyak tekanan telah ditempatkan pada orang-orang Cina agar Kim bisa membuang program senjata nuklirnya atau untuk menggantikannya dengan seseorang yang akan menariknya tapi sejauh ini mereka menolak untuk terlibat," katanya.
Apa itu EMP?
Untuk diketahui, Korut memiliki ahli pengendali senjata yang mampu meluncurkan serangan EMP ke Amerika. EMP merupakan serangan dengan dampak mengerikan seperti yang pernah ada di film James Bond.

Serangan EMP diprediksi menyerupai rentetan ledakan singkat energi elektromagnetik yang semuanya berupa ledakan nuklir dengan level berbeda-beda.
Serangan EMP bisa dipicu dari sebuah rudal balistik atau satelit yang mengorbit di ketinggian yang tepat dari wilayah negara yang jadi target. Serangan ini membuat berbagai perangkat elektronik seperti jaringan listrik, telepon genggam, sistem perbankan dan lembaga keuangan, komputer, mobil, kereta api, sistem kontrol lalu lintas udara, dan pesawat terbang tidak berfungsi lagi.

Minggu, 20 Agustus 2017

Wajib Tahu, Titik Krusial Transportasi Saat Puncak Haji

Berbagai kendala terkait dengan sistem transportasi untuk jemaah haji Indonesia saat puncak haji telah diantisipasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sejumlah titik krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, akan menjadi fokus penanganan.
Menurut Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid, titik krusial untuk angkutan Armin sudah mulai terjadi, ketika mengorganisir jemaah saat pemberangkatan di hotel. Mulai dari Mekah ke Arafah, Arafah ke Mina, dan dari Mina kembali ke Mekah. 
Dari Mekah menuju Arafah misalnya, jemaah biasanya sudah mempersiapkan diri sejak pagi. Padahal, jemaah yang bersangkutan harusnya berangkat pada siang atau sore hari. Mereka sudah dalam keadaan berihram memenuhi lobi hotel dan jalan-jalan di sekitar pemondokan.
"Mereka sudah berihram menunggu di lobi dan di jalan dan sebagian ingin langsung berangkat. Padahal, jadwalnya yang bersangkutan masih lama. Ini yang justru akan mengganggu pergerakan jemaah," katanya.
Menurut Subhan, sudah disampaikan kepada seluruh petugas kloter dan pimpinan rombongan, agar jadwal yang disusun oleh masing-masing maktab diikuti secara disiplin. Jemaah harus mematuhi arahan petugas, agar tidak terjadi permasalahn yang akan menghambat seluruh jadwal pemberangkatan jemaah.
Selain itu jemaah juga diminta tidak khawatir akan tercampur dengan jemaah negara lain. Karena, tenda dan lokasi untuk jemaah Indonesia berbeda. Ini berlaku, saat jemaah berada di Arafah, Muzdalifah, dan di Mina.
"Bila jemaah displin mengikuti aturan, akan mengurangi kelelahan juga," katanya.
Titik krusial kedua adalah dari Arafah ke Muzdalifah. Lokasi ini kadang sangat krodit, karena banyak jemaah yang khawatir tidak terangkut bus. Padahal, seluruh jemaah dipastikan akan terangkut karena bus telah tersedia. Karena itu, jemaah kembali diingatkan agar tetap disiplin pada jadwal yang telah ditetapkan.
Kemudian, titik yang paling krusial lainnya adalah rute dari Muzdalifah ke Mina. Permasalahan terjadi, karena ruang di Mina yang sangat terbatas. Hanya ada jalan dan tenda dan bus sering terganggu karena banyak jemaah yang berada di luar tenda dan memenuhi jalan.
"Sehingga, akan menghambat laju bus. Juga, karena keinginan jemaah yang ingin cepat menyelesaikan lempar jumrah. Bus yang akan mengangkut jemaah berikutnya akan lambat kembali ke Muzdalifa," katanya.
Titik krusial juga terjadi pada jemaah yang mengambil nafar awal pada tanggal 12 Dzulhijah. Karena, kondisi di Mekah pada puncak kepadatan. Bus yang akan membawa jemaah kembali ke hotel, akan sulit merapat sampai ke depan hotel. Khususnya, untuk wilayah Aziziah, Mahbas Jin, Shisha, dan Raudhah.
"Biasanya, pengemudi menawarkan pada jemaah turun di titik macet dan berjalan ke hotel bila tidak ingin lama. Sebab, kalau tetap memaksa bus sampai hotel akan butuh waktu yang sangat lama," katanya.
Bagi jemaah yang mengambil nafar awal ini harus siap-siap, terutama agar mendampingi jemaah yang lansia, agar siap jalan kaki dari titik pemberhentian terakhir.

Jumat, 30 Juni 2017

Obama Akan Lambungkan Puncak Becici ke Dunia

Tak hanya Candi Prambanan dan Borobudur, yang sudah terkenal di dunia sebagai salah satu destinasi wisata internasional. Namun, Puncak Becici, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga akan mendunia, setelah dikunjungi mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan keluarganya.
"Destinasi wisata Puncak Becici yang dikelola oleh masyarakat akan dikenal oleh dunia internasional," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Riyanto, Jumat 30 Juni 2017.
Tak hanya Puncak Becici yang akan dikenal di dunia internasional, namun secara umum kedatangan presiden Amerika ke-44 tersebut memberi nilai tinggi kepada Yogyakarta, karena Obama sosok tokoh internasional. Kehadirannya mampu membawa citra Indonesia dan Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan indah untuk dinikmati serta dikunjungi.
"Bisa meningkatkan potensi wisata di Indonesia, menjadi bagian promosi yang luar biasa," kata Aris.
Terlebih, saat ini, Yogyakarta sedang dibangun New Yogyakarta International Airport yang mampu mengakomodasi pesawat untuk penerbangan antar benua, sehingga bisa mengajak orang-orang luar negeri untuk datang ke Indonesia.
"Tentu, jika nantinya bandara baru telah beroperasi, potensi turis mancanegara masuk ke Yogyakarta semakin tinggi," katanya.

Penutupan Warung Lesehan di Malioboro Jadi Shock Therapy

Tindakan tegas dengan menutup paksa warung lesehan di Malioboro yang menjual makanan dan minuman dengan tidak wajar merupakan bentuk shock therapy bagi pedagang yang nakal dan peringatan bagi pedagang lain agar tidak menaikkan harga seenaknya.
"Penutupan warung lesehan itu perlu dilakukan demi ketegasan aturan dan layanan kepada pengunjung. Sebab pengunjung Malioboro harus mendapatkan rasa nyaman dan aman selama berada di Malioboro," kata  Kepala Seksi Keamanan, Bidang Keteriban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Jogja Bayu Laksmono, Jumat, 30 Juni 2017.
Karena itu, Unit Pelaksana Teknis Malioboro Yogyakarta akan melakukan evaluasi dan menetapkan sanksi terkait hal ini. Jika pedagang yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi kecurangan tersebut, maka warungnya dapat dibuka lagi.
"Nanti dievaluasi, baru kembali dibuka. Lesehan Intan di deretan sini," ujarnya.
Namun begitu, tak menutup kemungkinan juga jika hasil evaluasinya memberikan rekomendasi harus ditutup, maka warung tersebut harus tutup secara permanen.
"Itu kan sudah masuk daftar warung lesehan yang harus ditertibkan karena sering bikin harga tak wajar," ujarnya.
Seperti diketahui, Unit Pelaksana Teknis Malioboro Yogyakarta menutup paksa salah satu warung lesehan di jalan Malioboro karena menerapkan harga yang tidak wajar.
Petugas bergerak setelah ada laporan dari masyarakat. Penutupan dilakukan pada Selasa, 27 Juni 2017. Warung tersebut ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Warung yang menjual menu masakan bakar dan goreng itu sempat viral di media sosial. Dari foto bon pembayaran yang tersebar, menyebutkan tiga porsi bebek goreng sebesar Rp96.000, ayam goreng empat porsi Rp120 ribu, gudeg ayam dua porsi Rp90 ribu, nasi putih tujuh porsi Rp80 ribu, segelas lemon tea Rp9 ribu, dua gelas es jeruk Rp18 ribu dan empat gelas teh panas Rp32 ribu.
Total harga yang harus dibayar pengunjung Rp490 ribu. Ini hanya untuk sembilan item menu dan sudah termasuk pajak 10 persen. Menurut Kepala UPT Malioboro Yogya Teguh Syarif, pemilik warung mengakui bahwa harga tersebut sudah sesuai dengan harga yang terpasang di depan warung.

"Tapi harga tersebut tidak wajar. Masa teh Rp8 ribu, kalau Rp3 ribu atau Rp4 ribu wajar," katanya, Jumat, 30 Juni 2017.

Diakuinya pemilik warung lesehan itu memang sering nakal dengan mematok harga yang tidak wajar. Warung itu juga masuk daftar hitam salah satu warung kesehan yang harus ditindak tegas dan memperburuk citra pariwisata di Yogyakarta,.

"Tak hanya waktu Lebaran saja namun di waktu biasa juga mematok harga tak wajar," kataya.
Berbagai pungutan liar selama libur Lebaran di Yogya terutama tarif parkir juga marak diunggah oleh netizen ke media sosial. Namun demikian hingga saat ini belum ada langkah konkret dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta meski sudah ada Perda tentang retribusi parkir di Kota Gudeg tersebut.

Jumat, 11 November 2016

Kisah Pelukis Kaleng Khong Guan yang Terlupakan

Siapa yang tak kenal dengan biskuit Khong Guan, terutama gambar ilustrasinya yang begitu fenomenal beberapa dekade belakangan.
Ya, kaleng dengan gambar ilustrasi ibu bersama dengan kedua anaknya ini hampir selalu ada dalam tiap perjamuan acara besar keluarga di Indonesia. Bahkan, tak lengkap rasanya jika tak ada Khong Guan di hari Lebaran.
Tidak berhenti di situ, kepopuleran ilustrasi kaleng biskuit asal Singapura ini juga sering dijadikan bahan lelucon di media sosial, terutama dengan keberadaan sang ayah yang tidak tampak dalam ilustrasi keluarga yang hampir sempurna tadi.
Meski kepopuleran gambar itu melambung tinggi, tapi tak banyak yang mengetahui sosok di belakang karya yang telah berusia kurang lebih 40 tahun tersebut. Bahkan, namanya juga begitu saja terlupakan, setelah honor gambarnya dibayar lunas.
"Tidak ada royalti, begitu bayar selesai, sudah kita cari perusahan lain," kata Bernardus Prasodjo, pria berusia 68 tahun di balik kepopuleran gambar-gambar ilustrasi di banyak produk makanan di Indonesia, kepada VIVA.co.id di kediamannya di Jalan Kalipasir, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 22 November 2016.
Tapi, apakah ada penghargaan khusus terkait karyanya? Pria kelahiran Solo 25 Januari ini menjawab santai disusul tawa. "Ndak, ndak ada, karena yang punyanya saja saya tidak kenal," katanya.
Awal mula diminta menggambar untuk Khong Guan
Pria yang juga menggambar ilustrasi untuk biskuit Monde dan Nissin ini kemudian memulai awal ceritanya, ketika dimintai menggambar ilustrasi kaleng biskuit berwarna merah itu.
Dia kembali menyebut bahwa dirinya sama sekali tidak pernah kenal, apalagi bertatap muka, dan menerima bayaran langsung oleh pihak Khong Guan. Dirinya hanya diminta menggambar, oleh sebuah perusahaan separasi warna langganannya yang berlokasi di Jalan Biak, Cideng, Jakarta Pusat.
"Pelanggan saya itu sebuah perusahaan separasi warna di Jalan Biak. Mungkin dia yg menerima order kaleng ini. Dia panggil saya, dia cerita, ada contohnya, pemesannya memesan begini-begini. Kita sketch dulu, kita ajukan lagi, kita ubah sedikit lalu jadilah seperti sekarang ini," ujar ayah anak tiga ini.
Di ruang tengah rumahnya yang dipenuhi lukisan bergambar kuda, Bernardus bercerita bahwa kala itu ia hanya diminta membuat ilustrasi dari sebuah foto dari secarik kertas yang sudah tidak begitu baik tampilannya.
"Sudah ada semacam contoh tapi tidak jelas. Ada koran tapi tidak jelas. Ada ibu dan anak dan komposisinya kurang bagus, hanya diubah-ubah," kata dia.
Saat ditanya apakah gambar pada kertas tersebut persis seperti yang digambarnya, ia mengatakan bahwa hasil karya buatannya jauh berbeda. Ia hanya diminta menggambarnya.
"Mintanya begitu, cuma bertiga. Mungkin kalau berempat jadi kecil," kata dia.
Di mana sosok sang ayah di gambar kaleng?
Semakin lama, cerita Bernardus semakin mengarah pada tanda tanya besar seluruh orang, terkait dengan absennya sosok sang ayah dalam gambar ilustrasi keluarga yang terkesan begitu harmonis di meja makan itu.
Tapi, lagi-lagi Bernardus menjawabnya dengan santai. "Mungkin kalau berempat jadi sempit, makanya bapaknya enggak ada."
"Saya enggak bisa jawab apa-apa, cuma di meme itu banyak yang bilang bapaknya yang lagi motret. Jadi itu bukan saya yang bilang, saya sih cuma ketawa-ketawa saja. Meme kan lucu-lucu," ujarnya menambahkan sambil diiringi tawa.
Ia pun tak mempermasalahkan dengan banyaknya meme yang menggunakan karyanya sebagai bahan lelucon. Ia sendiri beranda-andai, jika dirinya masih muda, mungkin dirinya sering membuat meme.
"Mungkin kalau saya masih muda gambar-gambar begitu lagi, karena kalau sekarang sudah tidak ada waktu,” katanya.
Bahkan, hingga saat ini, ia tidak mengerti mengapa karyanya yang satu itu bisa demikian ikonik dan menjadi populer. Menurutnya tidak ada yang fenomenal dari gambar tersebut, bahkan terbilang sangat biasa.
"Karena gambar kemasan ini ratusan, tapi yang masih bertahan ya ini, yang lain sudah diganti, mungkin produsennya menganggap produknya sudah laku, jadi tidak perlu diganti. Jadi sebetulnya tidak ada yang istimewa," dia menjelaskan.
Saat ditanya mengenai honornya pada saat itu, Bernardus berusaha keras mengingat berapa besaran bayaran yang diterimanya ketika dimintai menggambar ilustrasi tersebut.
"Sudah lupa. Ya tapi bisa hidup sekeluarga sama anak, karena dulu graphic desainer itu sangat sedikit. Kita banyak dicari orang. Jadi untuk menyelesaikan itu sampai enggak tidur, enggak makan. Ya ada, tapi enggak banyak saingannya," kata dia.
Bakat seni menurun dari sang ayah
Bernardus kemudian juga kembali menarik mundur beberapa dekade silam, awal dirinya terjun ke dunia menggambar. Tampaknya, darah dan bakat seni yang dimiliki ayahnya yang juga seorang pelukis menjalar ke dirinya. Sejak kecil ia mengaku menyukai menggambar.
Ia sendiri tidak pernah bercita-cita untuk mendapatkan uang dari menggambar. Sang ibu bahkan sempat melarang dirinya mengikuti jejak karier ayahnya. Maklum, sang ibu berkaca dari hidup ayahnya yang menurutnya pas-pasan.
"Kalau zaman dulu malah orangtua sedih kalau anak jadi pelukis karena enggak ada duit. Karena itu orangtua tidak setuju, karena zaman dulu pelukis itu tidak ada duitnya. Pinginnya jadi arsitek,” ujar pria yang pernah menjadi mahasiswa di Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Sayangnya, ia gagal menyelesaikan kuliahnya lantaran kebanjiran pesanan untuk karya ilustrasi. Waktunya pun tersita karena terlalu sibuk membuat komik.
"Bikin komik itu bukan maunya saya, saya di Bandung, kos, di Jalan Lengkong Kecil 41 Bandung, persis di sebelahnya redaksi Aktui. Saya suka main ke situ lama-lama disuruh buat cerita bersambung komik. Sudah, saya bikin saja," ujarnya bercerita.
Nasib baik justru menuntunnya untuk menekuni profesinya membuat ilustrasi banyak kemasan produk makanan. Karya untuk ilustrasi kemasannya sendiri diakui telah mencapai ratusan. Tapi ia kembali masih tidak habis pikir mengapa karya di kaleng Khong Guan itu begitu populer.
Lebih jauh, ketika ditanya apakah ada karya ilustrasi lain yang mampu menandingi kepopuleran Khong Guan ia menjawabnya mantap.
"Ndak ada, ini (ilustrasi Khong Guan) paling populer. Sebetulnya gambarnya begitu saja, kalau dibanding yang lain juga kalah bagus, cuma kalengnya kuat, yang lain rapuh," kata dia.
Terpaksa menolak tawaran menggambar
Beberapa kali, ia pun sempat kembali mendapatkan tawaran untuk menggambar ilustrasi untuk produk. Namun tawaran itu ditolaknya, karena tak memiliki waktu. Maklum, beberapa tahun belakangan, Bernardus memang lebih banyak mengabiskan waktu untuk memberikan pelatihan pengobatan dengan teknik prana ke beberapa daerah.
Zaman berubah, keahliannya ia katakan juga kian tergerus dengan teknologi. Ia mengakui hal itu.
"Kalau sekarang kan sudah pakai komputer, dulu itu karya kreatif semua, kalau dulu satu iklan itu bisa dua hari, sekarang dua jam jadi. Dulu kan semua ditempel pakai tangan begitu," ujarnya menjelaskan.
Tapi ada satu hal yang saat ini masih ia yakini dalam menjalankan profesinya sebagai pelukis.
"Ya, kalau kita mau bekerja, bekerjalah sesuai dengan apa yang kita cintai. Kalau suka melukis, kerjalah di bidang itu. Jadi kerja itu seperti hari libur santai karena kita suka. Kalau tidak suka, pasti sehari itu lama sekali," ucapnya bijak.
Lebih jauh ia juga sedikit mengkritik gaya beberapa orang yang mengaku sebagai seniman belakangan ini. Ia kerap melihat bahwa gaya seorang tidak berbanding dengan karya yang telah dihasilkannya.
"Karena menurut saya, saya pernah jadi dosen, para murid itu sudah bergaya seniman, (tapi) karyanya belum ada. Setelah populer barulah rambutnya gondrong, tapi belum-belum sudah kayak seniman gondrong, karyanya belum ada," ujarnya.
Lalu bagaimana tampilan Bernardus saat muda?
"Tampilannya biasa saja, memang zaman dulu rambut rada panjang. Teman juga seperti itu, tidak ada yang istimewa,” katanya.
Di samping itu, ia mengatakan bahwa kini pekerjaan sebagai seorang ilustrator juga cukup menjanjikan. Ia mengaku mampu membeli rumah, mobil hingga menyekolahkan ketiga anaknya yang salah satunya menjadi dokter dari hasil menggambarnya.
Mata Bernardus kembali menerawang, ketika ditanya, berapa lama lagi karyanya akan bertahan di pasaran.
"Kita tidak tahu perkembangan kemasan akan seperti apa. Tapi kayaknya 20-25 tahun lagi masih bisa bertahan,” katanya sambil tersenyum.

Kamis, 27 Oktober 2016

Kami Gratiskan Lagi Kantong Plastik karena Kecewa

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beberapa waktu lalu menerapkan kantong plastik berbayar untuk mengurangi limbah plastik, diawali di ritel modern.
Kebijakan pemerintah itu dituangkan dalam surat edaran (SE) yang dikeluarkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Nomor: S.71/MENLHK–II/ 2015 pada 21 Februari 2015. Menggandeng Asosiasi Perintel Modern Indonesia (Aprindo), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kantong plastik berbayar mulai diterapkan pada Mei 2016 silam.
Setelah berjalan tiga bulan, Aprindo yang mendapat banyak masukan menilai bahwa program tersebut mulai dapat diterima dengan baik di masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, setelah memasuki bulan ketujuh, harapan Aprindo agar pemerintah mengeluarkan landasan hukum untuk memperkuat SE tersebut tidak juga dikeluarkan.
Bahkan, Kementerian KLHK sempat mengeluarkan SE baru tanpa melibatkan Aprindo yang salah satu isinya adalah meminta pemerintah daerah (pemda) provinsi maupun kabupaten/kota termasuk produsen serta pelaku usaha melakukan langkah stimulan dalam pengurangan dan penanganan sampah plastik.

Poin penting lainnya dalam SE tersebut, pemkab/pemkot diminta melakukan pembinaan dan memfasilitasi penerapan teknologi ramah lingkungan, merujuk pada Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Hal ini jelas membuat Aprindo meradang, hingga akhirnya mereka pun menghapus penerapan kantong plastik berbayar dengan alasan karena tidak adanya landasan hukum yang kuat.
Bagaimana asosiasi yang memiliki 3.500 anggota di seluruh Indonesia ini mensikapi hal tersebut, dan bagaimana Aprindo menghapus stigma jika ritel modern dianggap sebagai penyebab hancurnya toko tradisional? Berikut petikan wawancara VIVA.co.id dengan Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey pertengahan Oktober lalu:
Apa alasan Aprindo tertarik mengikuti program kantong plastik berbayar?

Pada prinsipnya kami mendukung program pemerintah dalam hal pengurangan sampah plastik karena sangat baik bagi lingkungan kita dan generasi mendatang. Dalam pelaksanaannya Aprindo diajak oleh KLHK untuk mendapat kesempatan pertama  melakukan uji coba program pengurangan  sampah plastik ini sesuai dengan SE Nomor: S.71/MENLHK–II/ 2015 pada 21 Februari 2015 yang berisi pola kerja yang akan dilakukan oleh Aprindo dalam masa uji coba selama tiga bulan.
Tercantum dalam SE itu, pertama bahwa pemerintah dalam hal ini KLHK, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, YLKI dan Aprindo sepakat menjadikan uji coba ini dalam satu periode tertentu sampai dengan 30 mei 2016. Dengan sasaran 19 kabupaten/kota dan satu provinsi.
Kedua, adalah Aprindo akan menjadikan kantung belanja menjadi produk jualan, dengan harga yang telah disepakati yaitu Rp200 per kantong plastik. Akhirnya pada kami mulai melakukan uji coba tersebut di anggota kami di wilayah yang telah ditunjuk sebagai lokasi uji coba.
Tujuannya supaya masyarakat supaya bisa memilih, kalau tidak mau membeli kantong plastik ya bawa sendiri. Diawal program ini berjalan cukup baik, karena berdasarkan survei ada 20 persen-30 persen dari konsumen yang sudah mulai mengerti.
Lalu, kenapa kemudian Aprindo akhirnya menghapus program ini?
Nah saat 30 Mei, dan program sudah berjalan tiga bulan kami Aprindo menunggu dan mengharapkan agar kementerian KLHK mengeluarkan atau landasan hukum dalam bentuk peraturan menteri yang bisa menguatkan peraturan tersebut.
Namun, jangankan landasan hukum kenyataannya malah bikin kami agak kecewa karena setelah 30 Mei perpanjangan SE tidak juga kami dapatkan. Sehingga pada 1 Juni anggota mulai bingung dan bertanya-tanya bagaimana selanjutnya program uji coba ini, dan kalau tidak ada dukungan dari peraturan di atasnya.
Malah pada 6 Juni 2016, keluar SE baru yang isinya berbeda dengan yang pertama. Dalam SE ini ada penambahan jika selanjutnya wewenang sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah terkait sesuai peraturan yang berlaku untuk pengelolaan sampah plastik ini, namun harga jual dari kantong tetap milik peritel. Dan program kantong plastik berbayar diperluas hingga seluruh Indonesia.
Lalu apa yang mendasari kekecewaan itu?
Jelas kami kecewa, karena kami tidak dilibatkan dalam kesepakatan SE kedua itu karena dinilai periode pertama sukses maka diluaskan seluruh Indonesia.
Kami lihat dalam SE itu tentunya ini dapat menimbulkan perbedaan persepsi karena tidak distandardisaskan untuk semua wilayah, tapi wewenang di lemparkan ke pemda ini yang kami sesalkan, karena semangat dari peraturan menteri adalah semangat yang instruksinya untuk dilakukan oleh seluruh daerah dengan satu prinsip peraturan menteri.
Nah kalau ini diserahkan ke pemda berarti dia bisa leluasa membuat peraturan seperti peraturan gubernur, bupati, walikota. Akhirnya seperti sudah kami prediksi di sinilah titik lemahnya dan ternyata benar, bulan pertama masih bagus setelah ada SE tersebut, karena akhirnya mulai ada intervensi dan banyak kepentingan dari daerah terkait program tersebut.
Intervensi dalam bentuk apa?
Intervensi yang terjadi adalah ada daerah yang membuat peraturan di kotanya tidak boleh ada kantong plastik, ininkan aneh. Selain itu juga daerah yang menerapkan harga kantong plastik mulai Rp500, Rp2.000 bahkan ada juga yang Rp5.000 karena semua diserahkan ke pemda, jadi mereka yang menerapkan nilainya.
Lalu bagaimana dengan harga yang telah ditetapkan Rp200?
Dengan adanya kewenangan di pemda inilah, jadi jika ada yang menerapkan Rp5.000 maka ritel hanya dapat Rp200 dan sisanya masuk ke pemda.  Hal seperti sudah kami prediksi saat kami tidak dilibatkan karena semangat otonomi daerah punya harapan dan kepentingan, itulah intervensi yang kami dapatkan.
Selain itu apalagi yang dialami anggota Aprindo?
Selain soal harga dan kewenangan pemda, yang lebih parah adalah karena tidak ada landasan hukumnya, ada anggota kami yang dipanggil kepolisian. Karena ada laporan dari masyarakat yang tidak terima jika harus bayar kantong plastik. Pemanggilan itu karena kepolisian menanyakan landasan hukum dari program tersebut sementara kami hanya mengantongi SE.
Jadi bisa dibayangkan anggota kami lagi dagang di BAP kemudian polisi tanya landasan hukum. Banyak lagi bahkan ada pengacara private yang menanyakan landasan hukumnya, padahal niat kami adalah membantu pemerintah dalam mengurangi sampah plastik.
Langkah apa yang selanjutnya dilakukan Aprindo?
Akhirnya setelah ada banyak laporan ke kami dari anggota, apalagi saat itu mendekati libur November dan puncaknya belanja pada Desember serta memasuki Pilkada juga, kami akhirnya memutuskan per 1 Oktober 2016 Aprindo menyampaikan ke publik dan pemerintah bahwa kami tidak lagi memberlakukan kantong plastik berbayar. Artinya kantong plastik akan didapatkan gratis oleh konsumen.
Kami akan konsisten untuk menggratiskan kantong plastik ini sampai ada landasan hukum dan payung hukum yang jelas kami mungkin akan berani lagi melaksanakan program tersebut.
Selain itu kami juga minta diikutsertakan sebagai perwakilan pengusaha apabila memang akan dibuat landasan hukum atau peraturan menteri terhadap penerapan kantong plastik berbayar.  Saya sih dengar akan diupayakan pada Oktober, tapi saya kok tidak yakin ya.
Apa yang dilakukan pemerintah ini dinilai tidak konsisten?
Saya sempat menyampaikan ke Bu Menteri bahwa dalam program publik ini diperlukan road map atau perencanaan baku sehingga dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya.
Bisa dibayangkan kalau satu program dijalankan tanpa road map, mohon maaf akhirnya yang terjadi adalah tumpang tindih kepentingan yang hasilnya bukan meningkatkan skill ekonomi dan malah menghambat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi.
Lalu apa harapan Aprindo terkait program tersebut?
Pertama, perlu kejelasan road map mau dibawa ke mana program menyelamatkan lingkungan dari kantong plastik, mesti ada kepastian. Kedua adalah kepastian berupa peraturan menteri atau kepastian landasan hukum sehingga secara nasional dapat diimplementasikan tanpa adanya kepentingan masing-masing.
Ketiga, kampanye ke masyarakat yang berkelanjutan dan juga bekerja sama dengan pelaku usaha untuk mengedukasi masyarakat. Bisa dibuat kampanye yang lebih luas lagi dan lebih jelas. Saya kira kalau tiga hal itu bisa dilakukan, pelaku usaha dan masyarakat akan mengerti selanjutnya program akan berhasil sesuai rencana pemerintah.
Dengan kondisi tadi, apakah pendapatan ritel modern terpengaruh?
Sebetulnya tidak jelasnya program kantong plastik berbayar tidak berpengaruh terhadap pendapatan ritel. Kami mulai melakukan recovery pada tahun ini, karena tahun lalu kita hanya tumbuh tujuh persen. Saat itu pemerintah kita alami keterpurukan di mana rupiah melemah, harga gas, listrik, minyak tidak turun.
Ditambah lagi Anggaran Pendapatand dan Belanja Negara baru dikucurkan pada pertengahan tahun karena ada revisi, ya kita tahulah APBN sebelumnya kan dibuat oleh pemerintah sebelum Pak Joko Widodo, dan saat itulah belanja masyarakat di ritel modern terpuruk.
Banyak anggota kami yang ingin buka lima sampai enam toko pada tahun 2015, akhinya hanya bisa buka satu toko. Recovery mulai kamu rasakan setelah lebaran 2016 dan kami harapkan pendapatan akan tumbuh 10 persen-11 persen atau mencapai Rp200 triliun pada tahun ini.
Apa yang masih menjadi penghambat berkembangnya ritel modern?
Kendala mikro adalah masih banyak peraturan yang belum direlaksasi baik di kementerian perdagangan maupun kementerian terkait sehingga banyak benturan saat toko modern akan ekspansi atau buka toko.
Contoh saja pada tahun lalu berlaku peraturan presiden No.112, dalam berbagai kesempatan kami minta perpres itu direvisi mudah-mudahan tahun ini sudah ditandatangani dan sudah sesuai dengan aspirasi kami.
Yang cukup mengganggu kami adalah tentang rencana detil tata ruang, tahun lalu saja dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi baru sembilan kota yang memiliki RDTR artinya saat kita akan buka toko di kota yang tidak punya RDTR harus mengeluarkan ekonomi tinggi.
Sementara pekerjaan rumahnya ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bukan di Kemendag, inilah menghambat pertumbuhan ritel dan bagaimana kita mau berkembang kalau regulasi belum direvisi.
Saat ini ritel modern makin menjamur, mulai banyak penolakan dan tudingan ritel modern mengganggu toko tradisional. Bagaimana Aprindo mensikapinya?
Dilihat secara Undang-undang No.7 tahun 2014 yang membagi  pasar menjadi pasar rakyat dan toko syawalayan, jadi sudah ada perbedaan antara keduanya.
Misalnya di pasar rakyat atau sering dikenal pasar tradisional itukan jelas segmentasinya berbeda karena konsumen mencari barang yang sifatnya fresh seperti ikan dan sayur segar artinya langsung dari petani dan nelayan dan di sana juga ada tawar menawar.
Sementara di pasar modern, itu ada karena gaya hidup, biasanya pasangan baru yang mau cepat praktis karena tuntutan gaya hidup. Di sana juga tidak ada tawar menawar karena pasar modern memberikan kepastian harga, di pasar modern harga sudah yang margin.
Dari contoh itu kelihatan segmen yang berbeda, jadi sangat tidak beralasan jika keberadaan pasar modern akan menggerus pasar rakyat apalagi jumlah pasar rakyat jumlahnya tiga jutaan sedangkan ritel modern hanya 3.500. Cukup beralasan juga jika Presiden Jokowi meminta agar pasar rakyat memperbaiki pasarnya menjadi lebih modern.
Lalu apa kesiapan Aprindo menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN?
Ada harapan dengan MEA ini, artinya jika selama ini ada 250 juta penduduk Indonesia, dengan MEA akan ada 600 juta yang harus dilayani. Di sinilah bagaimana kami harus siap melayani 600 juta penduduk itu, dan harapannya akan difasilitasi dari pemerintah sehingga ritel modern kita akan berkembang tidak hanya di dalam negeri tapi juga di kawasan ASEAN khususnya.