Selasa, 29 September 2015
Setelah 31 Tahun Dikira Sudah Mati, Ternyata Masih Hidup
Seorang wanita asal Jerman dikabarkan tewas 31 tahun yang lalu. Namun ternyata ia masih hidup dan segar bugar.Saat dikabarkan menghilang dan akhirnya dikabarkan tewas, wanita bernama Petra Pazsitka itu baru berusia 24 tahun. Ia tercatat sebagai mahasiswa ilmu komputer. Petra dikabarkan hilang dari asrama kampusnya di Braunschwieg pada tahun 1984, setelah saksi mata melihatnya menaiki bus menuju rumahnya. Lima tahun kemudian, meski jasadnya tak pernah ditemukan, secara resmi ia dikabarkan meninggal dunia.
Saat itu polisi juga menemukan seorang pria yang dijadikan tersangka. Pria itu sebelumnya juga dikabarkan melakukan perkosaan dan pembunuhan pada seorang gadis berusia 14 tahun. Namun belakangan, pria tersebut menarik ucapannya. Ia mengaku tak pernah membunuh Petra.
Kisah Petra terkuak saat polisi di kota Dusseldorf menerima laporan perampokan pada 11 September 2015. Saat itu, Petra akhirnya membuka identitas resminya. Selama ini ia memakai nama samaran Schneider.
Kepada polisi ia mengatakan hidup berpindah-pindah selama lebih dari 30 tahun, dengan nama palsu, dan tanpa dokumen resmi.
"Ia bahkan tak memiliki rekening bank, dan melakukan semua pembayaran dengan uang tunai. Ayahnya sudah meninggal, namun ibu dan kakak laki-lakinya sangat terkejut dan terus menangis saat mendengar kabar ini," kata Joachim Grande, juru bicara Kepolisian Braunsschweig kepada NBC News, Senin, 28 September 2015.
Namun Grande mengatakan, hingga saat ini Petra, yang kini berusia 55 tahun, tak ingin bertemu dengan keluarganya.
Jumat, 18 September 2015
Ini Pekerjaan Pria yang Seksi di Mata Wanita
Semua pria tahu, cara menarik perhatian wanita adalah hal yang tak mudah. Ada banyak aspek yang dipikirkan oleh kaum hawa, bahkan sebelum mereka menentukan pelabuhan hatinya. Salah satu hal yang dipandang menarik oleh wanita, adalah pekerjaan yang dilakukan pria.Namun, apa saja pekerjaan yang menurut wanita seksi? Simak ulasannya sebagaimana dikutip dari Love Panky.
Arsitek
Memiliki pacar arsitek, bisa menjadi kebanggaan tersendiri untuk para wanita. Hal inilah yang membuat beberapa wanita meyakini, bahwa pekerjaan sebagai arsitek adalah pekerjaan seksi dan menarik. Selain terpesona pada desain gedung atau bangunan megah yang diciptakannya, wanita juga akan terlena dengan penghasilan memukau pria dari pekerjaan ini.
Konsultan keuangan
Seorang konsultan keuangan, adalah sosok idaman beberapa wanita. Bagaimana tidak, dengan memiliki pasangan konsultan keuangan, wanita tak perlu takut menyerahkan masa depan di tangannya. Karena, seorang konsultan keuangan tak akan sembarangan mengeluarkan uang, dan ia selalu bijak dalam mengambil keputusan.
Dokter
Yang satu ini menjadi favorit wanita. Memiliki pasangan berprofesi sebagai dokter, adalah kriteria yang diinginkan beberapa wanita. Seorang dokter, pasti akan selalu melindungi dan memerhatikan kesehatan tubuh. Selain itu, penghasilan menjadi dokter akan melimpah.
Pemadam kebakaran
Mengencani seorang pemadam kebakaran, adalah hal yang seksi di mata wanita. Selain terlihat heroik dan tampan, seorang pemadam kebakaran pasti akan selalu melindungi Anda dan tidak akan membiarkan bahaya mengintai. Selain tak kenal takut, pemadam kebakaran juga memiliki nyali besar untuk melindungi sesama.
Senin, 31 Agustus 2015
Kemampuan Menulis Ilmuwan Indonesia Masih Kurang
Suryadi Ismadji merupakan seorang ilmuwan yang memenangkan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XIII pada 2015 di bidang sains. Ia merupakan salah satu ilmuwan dengan tulisan ilmiah yang sangat produktif.
Setidaknya, Suryadi telah menerbitkan 116 makalah di Jurnal Internasional Indeks Thomson Reuters (Science Citation Index) dan Scopus. Dalam papernya itu, 26 makalah tentang pemanfaatan biomassa atau tanah liat untuk penyerapan limbah, 13 artikel berkaitan dengan pengambilan dan pemurnian beragam antioksidan dari berbagai macam tanaman obat.
Kemudian, 16 makalah berkaitan dengan pemanfaatan limbah untuk energi terbarukan, 6 makalah berkaitan dengan pemanfaatan limbah pertanian untuk penyimpanan energi.
Sudah hampir 15 tahun ia bergelut dalam penelitian di bidang pemanfaatan keragaman hayati lokal, terutama dengan konversi biomassa menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti bahan untuk penyimpanan energi, biofuel, rehabilitasi lingkungan, dan lain-lain.
Saat ini, Suryadi aktif menjadi dosen di almamaternya, Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya. Ia mengajar di jurusan Teknik Kimia.
Berikut petikan wawancara VIVA.co.id dengan Suryadi, usai dia menerima Penghargaan Achmad Bakrie ke-13:
Banyak ilmuwan yang memilih mengabdi di luar negeri tapi Anda malah di Indonesia. Mengapa?
Saya lebih senang berkarya di Indonesia. Jadi, meskipun ada beberapa tawaran tetapi home is where the heart is. Jadi, hati saya di Indonesia maka saya kembali ke Indonesia.
Apa rencana membujuk mereka (ilmuwan) di luar untuk berkarya di Indonesia?
Mudah-mudahan. Itu harapan saya. Indonesia punya banyak peneliti hebat. Saya lahir di Indonesia, maka saya harus berkarya di Indonesia.
Ada perbedaan ketika 2002 lalu dengan situasi yang sekarang?
Pemerintah lumayan, terutama dalam segi pendanaan. Hanya kita tinggal bangun infrastruktur untuk penelitian. Saya rasa cukup untuk membiayai penelitian-penelitian saya yang tidak kalah dengan penelitian luar negeri.
Seperti apa nantinya bidang hayati lokal yang Anda kembangkan?
Saya tetap akan menekuni bidang ini, mengolah limbah. Ini merupakan ilmu yang tidak akan lapuk oleh zaman.
Bagaimana dengan penerapannya?
Jadi penerapan yang paling penting untuk enviroment mediation, kemudian dengan energi terutama minyak, ada penelitian ke arah sana. Material yang bisa dikembangkan nanti seperti bahan baku untuk pesawat terbang menggunakan limbah.
Kapal Selam Lokomotif Kemajuan Industri RI
Apa harapan Anda di dunia sains?
Ilmuwan, meskipun tinggal di luar, mereka harus membawa nama Indoenesia. Itu harapan saya. Kita juga tidak boleh menyerah karena keterbatasan karena itu peluang kita untuk maju.
Apa yang memicu peneliti agar mau kembali ke Indonesia?
Utamanya itu adalah gaji. Kadang mereka bilang alat terbatas tapi kalau gaji cukup, saya rasa mereka akan kembali. Tidak dapat kita pungkiri gaji dari luar (negeri) dengan gaji kita di dalam (negeri) itu perbandingannya lumayan jauh.
Bagaimana perbandingannya?
Kadang-kadang satu banding 10 atau satu banding 20. Itu sama (gaji) di Australia, kalau Jepang lebih tinggi lagi. Kita rendah sekali.
Apakah itu penyebab peneliti banyak menetap di luar negeri?
Itu yang mendorong peneliti-penelti yang bagus tetap tinggal (di luar negeri). Mungkin tidak semua tetapi sebagian seperti itu.
Apa yang menjadi kelemahan para ilmuwan di Indonesia pada umumnya?
Ilmuwan-ilmuwan itu, terutama dosen, terjebak pada administrasi. Menjadi ketua jurusan, dekan, dan lain-lain. Selain itu, kemampuan menulis sering kali menjadi hambatan. Kemampuan untuk mengungkapkan ide masih kurang. Itu kelemahan ilmuwan kita. (ren)
Setidaknya, Suryadi telah menerbitkan 116 makalah di Jurnal Internasional Indeks Thomson Reuters (Science Citation Index) dan Scopus. Dalam papernya itu, 26 makalah tentang pemanfaatan biomassa atau tanah liat untuk penyerapan limbah, 13 artikel berkaitan dengan pengambilan dan pemurnian beragam antioksidan dari berbagai macam tanaman obat.
Kemudian, 16 makalah berkaitan dengan pemanfaatan limbah untuk energi terbarukan, 6 makalah berkaitan dengan pemanfaatan limbah pertanian untuk penyimpanan energi.
Sudah hampir 15 tahun ia bergelut dalam penelitian di bidang pemanfaatan keragaman hayati lokal, terutama dengan konversi biomassa menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti bahan untuk penyimpanan energi, biofuel, rehabilitasi lingkungan, dan lain-lain.
Saat ini, Suryadi aktif menjadi dosen di almamaternya, Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya. Ia mengajar di jurusan Teknik Kimia.
Berikut petikan wawancara VIVA.co.id dengan Suryadi, usai dia menerima Penghargaan Achmad Bakrie ke-13:
Banyak ilmuwan yang memilih mengabdi di luar negeri tapi Anda malah di Indonesia. Mengapa?
Saya lebih senang berkarya di Indonesia. Jadi, meskipun ada beberapa tawaran tetapi home is where the heart is. Jadi, hati saya di Indonesia maka saya kembali ke Indonesia.
Apa rencana membujuk mereka (ilmuwan) di luar untuk berkarya di Indonesia?
Mudah-mudahan. Itu harapan saya. Indonesia punya banyak peneliti hebat. Saya lahir di Indonesia, maka saya harus berkarya di Indonesia.
Ada perbedaan ketika 2002 lalu dengan situasi yang sekarang?
Pemerintah lumayan, terutama dalam segi pendanaan. Hanya kita tinggal bangun infrastruktur untuk penelitian. Saya rasa cukup untuk membiayai penelitian-penelitian saya yang tidak kalah dengan penelitian luar negeri.
Seperti apa nantinya bidang hayati lokal yang Anda kembangkan?
Saya tetap akan menekuni bidang ini, mengolah limbah. Ini merupakan ilmu yang tidak akan lapuk oleh zaman.
Bagaimana dengan penerapannya?
Jadi penerapan yang paling penting untuk enviroment mediation, kemudian dengan energi terutama minyak, ada penelitian ke arah sana. Material yang bisa dikembangkan nanti seperti bahan baku untuk pesawat terbang menggunakan limbah.
Kapal Selam Lokomotif Kemajuan Industri RI
Apa harapan Anda di dunia sains?
Ilmuwan, meskipun tinggal di luar, mereka harus membawa nama Indoenesia. Itu harapan saya. Kita juga tidak boleh menyerah karena keterbatasan karena itu peluang kita untuk maju.
Apa yang memicu peneliti agar mau kembali ke Indonesia?
Utamanya itu adalah gaji. Kadang mereka bilang alat terbatas tapi kalau gaji cukup, saya rasa mereka akan kembali. Tidak dapat kita pungkiri gaji dari luar (negeri) dengan gaji kita di dalam (negeri) itu perbandingannya lumayan jauh.
Bagaimana perbandingannya?
Kadang-kadang satu banding 10 atau satu banding 20. Itu sama (gaji) di Australia, kalau Jepang lebih tinggi lagi. Kita rendah sekali.
Apakah itu penyebab peneliti banyak menetap di luar negeri?
Itu yang mendorong peneliti-penelti yang bagus tetap tinggal (di luar negeri). Mungkin tidak semua tetapi sebagian seperti itu.
Apa yang menjadi kelemahan para ilmuwan di Indonesia pada umumnya?
Ilmuwan-ilmuwan itu, terutama dosen, terjebak pada administrasi. Menjadi ketua jurusan, dekan, dan lain-lain. Selain itu, kemampuan menulis sering kali menjadi hambatan. Kemampuan untuk mengungkapkan ide masih kurang. Itu kelemahan ilmuwan kita. (ren)
Minggu, 30 Agustus 2015
Ini Beberapa Imajinasi Bercinta Liar Wanita yang Terpendam
Hubungan ranjang dalam sebuah hubungan suami-istri, adalah hal perlu terus dijaga. Dikutip dari laman Askmen, meski terkesan selalu jadi pihak yang `menerima`, ternyata kalau soal urusan asmara, ada beberapa istri yang ternyata punya fantasi bercinta yang liar. Apa saja itu, berikut informasinya:
Ingin menjajal posisi bercinta baru
Ya, banyak istri yang merasa bosan dengan posisi bercinta itu-itu saja, namun mereka malu meminta pada sang suami. Padahal, mereka mau menjajal posisi lain, yang meski terlihat sulit, bisa membakar gairah bercinta yang panas di kasur. Jadi, ini tugas Anda para suami, untuk mulai mencari tahu, gaya bercinta baru apa, yang cocok untuk dilakukan Anda berdua nanti malam.
Bermain peran
Untuk beberapa wanita, bermain peran sebelum bercinta bisa menjadi kesenangan tersendiri. Namun, hanya sedikit dari mereka yang berani mengungkapkannya pada suami. Maka, tak ada salahnya, sesekali Anda memberinya kejutan, dengan membelikan kostum. Lalu pakaian ini dikenakan sebelum kalian memadu kasih, dijamin sensasi bercinta yang terjadi akan beda rasanya.
Bermesraan di area publik
Diam-diam, ada wanita yang menyimpan keinginan mau bermesraan di ruang publik. Tentunya, ruang publik yang sepi, dan tidak ada orang yang melihat. Namun saran kami hati-hati, karena di Indonesia jika Anda tertangkap tangan bermesraan di ruang publik, bisa terkena pasal asusila.
Membantu Suami yang Tak Tahan Lama di Ranjang
Jadi ada baiknya, untuk imajinasi liar yang satu ini, dilakukan di ruangan rumah sendiri saya. Namun pilih tempat-tempat yang tak biasa, misalnya dapur, ruang makan, atau berani jajal ruang kerja?
Ingin menjajal posisi bercinta baru
Ya, banyak istri yang merasa bosan dengan posisi bercinta itu-itu saja, namun mereka malu meminta pada sang suami. Padahal, mereka mau menjajal posisi lain, yang meski terlihat sulit, bisa membakar gairah bercinta yang panas di kasur. Jadi, ini tugas Anda para suami, untuk mulai mencari tahu, gaya bercinta baru apa, yang cocok untuk dilakukan Anda berdua nanti malam.
Bermain peran
Untuk beberapa wanita, bermain peran sebelum bercinta bisa menjadi kesenangan tersendiri. Namun, hanya sedikit dari mereka yang berani mengungkapkannya pada suami. Maka, tak ada salahnya, sesekali Anda memberinya kejutan, dengan membelikan kostum. Lalu pakaian ini dikenakan sebelum kalian memadu kasih, dijamin sensasi bercinta yang terjadi akan beda rasanya.
Bermesraan di area publik
Diam-diam, ada wanita yang menyimpan keinginan mau bermesraan di ruang publik. Tentunya, ruang publik yang sepi, dan tidak ada orang yang melihat. Namun saran kami hati-hati, karena di Indonesia jika Anda tertangkap tangan bermesraan di ruang publik, bisa terkena pasal asusila.
Membantu Suami yang Tak Tahan Lama di Ranjang
Jadi ada baiknya, untuk imajinasi liar yang satu ini, dilakukan di ruangan rumah sendiri saya. Namun pilih tempat-tempat yang tak biasa, misalnya dapur, ruang makan, atau berani jajal ruang kerja?





