Senin, 22 Juni 2015

Raksasa-raksasa Internet Dunia Kecipratan Berkah Ramadhan

Raksasa-raksasa Internet Dunia Kecipratan Berkah RamadhanRamadhan menjelang dan warga bersukacita menyambutnya. Ternyata tidak hanya warga yang senang dengan kehadiran bulan Puasa dan jelang lebaran, tapi juga para perusahaan teknologi, khususnya yang bermain di industry aplikasi dan platform internet. Tidak terkecuali Google, Facebook, Twitter, tapi juga pengembang aplikasi seperti Uber, GrabTaxi, hingga perusahaan e-commerce.
Agresifnya branding yang dilakukan perusahaan-perusahaan teknologi ini sama seperti apa yang pernah dilakukan operator telekomunikasi beberapa tahun lalu. Kala itu operator bertugas membangun basis pengguna sehingga promosi dan program ‘memanjakan pelanggan’ digelontorkan setiap hari selama Ramadhan. Bahkan iklan di televisi dipenuhi dengan branding dan promosi operator, tidak terkecuali kegiatan mensponsori program ramadhan di televisi.
Tahun ini sepertinya kondisi mulai berubah. Operator telekomunikasi tidak terlalu terlihat memanjakan pelanggannya. Bahkan dalam program tayangan Ramadhan di televisi, tidak terlalu kentara promosi operator dalam deretan sponsor. Yang terlihat justru pemain e-commerce gencar berpromosi. Beberapa pemain e-Commerce seperti Hijup.com, Blibli.com, Tokopedia dan beberapa lainnya kerap menghiasi durasi iklan televisi.
Dalam data yang dikeluarkan AdsTensity, sebuah aplikasi riset iklan televisi buatan PT Sigi Kaca Pariwara, ditunjukkan bahwa sepanjang Mei 2015 lalu, perusahaan e-commerce Traveloka menduduki posisi pertama sebagai pembelanja iklan terbesar di televisi dengan dana Rp273 miliar. Ini mengalahkan TVC milik grup Djarum.
Ternyata hal ini dianggap sebagai hal yang wajar oleh pengamat telekomunikasi dari Indotelko Forum, Doni Darwin. Menurut dia, operator telekomunikasi saat ini sudah realistis. Mereka menyadari jika layanan yang dikeluarkannya sudah menjadi kebutuhan dasar sehingga yang peru dijaga adalah kualitas layanan dan menaikkan margin.
“Pemain OTT, khususnya e-Commerce baru dapat dana segar. Mereka jor-joran menaikkan value dengan harapan dapat seeding baru. Gameplan-nya berubah. Operator mencari profit, OTT mencari skala value,” ujar dia.
Menaikkan Basis Pengguna
Sama halnya dengan e-commerce dan perusahaan teknologi lain, OTT raksasa pun gencar memanjakan penggunanya dengan memanfaatkan momen Ramadhan. Hanya saja, mereka memilih untuk tidak beriklan, melainkan membuka kesempatan menggunakan layanan sebagai platform untuk beriklan atau berpromosi.
Twitter, misalnya, menarik pengguna dengan menghadirkan hashflag, sebuah ikon yang muncul otomatis saat ada kata tertentu yang diposting menggunakan tagar. Hashflag sejatinya telah ada sejak lama namun kala itu hanya diperuntukkan bagi pengguna muslim global sehingga bahasa yang digunakan hanya bahasa Inggris. Seperti #Eidul fitri  atau #Ramadhan yang akan berubah menjadi sebuah ikon tertentu. Sekarang kata #Ramadhan #bulanpuasa #bukapuasa pun memiliki ikon otomatis.
Meski mengatakan jika semua itu dilakukan untuk memberikan apresiasi atau penghargaan kepada pengguna Twitter di Indonesia namun tetap saja terungkap jika Twitter berupaya menarik para pengiklan untuk mau menggunakan Twitter sebagai sarana promosi. Pasalnya, menurut survei lembaga bernama TNS, ada 78 persen pengguna yang pasti akan meningkatkan penggunaan Twitter selama bulan ini. Twitter Indonesia mengatakan bahwa tahun lalu tercatat ada 43 juta tweet dari pengguna di Indonesia selama bulan Ramadhan.
"Ini bisa menjadi kesempatan yang tepat bagi dunia usaha skala apa pun untuk terhubung dan berinteraksi dengan konsumen," kata Country Marketing Lead Twitter Indonesia, Didit Widiatmoko. Diketahui, Twitter masih belum bisa mengejar ketertinggalannya dari Facebook, khususnya dalam revenue dan jumlah pelanggan, sesama jejaring sosial.
Sepeninggal CEO Dick Costolo, Twitter gencar membuka akses untuk bisa menarik para pengiklan di platformnya agar revenue dari iklan digital bisa naik signifikan. Pengguna Twitter di Indonesia saat ini dikabarkan telah mencapai 50 juta.
Google pun memiliki cara khusus untuk menyambut bulan Ramadhan. Perusahaan yang besar di industry iklan digital ini memperkenalkan sebuah tool yang membantu aktivitas pengguna selama bulan puasa tahun ini. Tool ini bernama 'My Ramadan Companion' atau 'Sahabat Ramadhanku'.
Tool berbasis pencarian ini akan mengisi hari puasa pengguna dengan berbagai menu misalnya makanan, hiburan atau perencanaan hari ke hari di bulan Ramadhan.
Ini bukan pertama kalinya Google memberikan tool khusus untuk menyambut momen tertentu. Misalnya saat Natal, Google juga memperkenalkan aplikasi dan website Santa Tracker, yang membantu pengguna merayakan Natal.
Semua tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk mempertahankan, bahkan menaikkan jumlah pengaksesnya di Indonesia sehingga audiensi untuk iklan mereka terus meningkat, seiring dengan peningkatan revenue dan terus menjadi pemimpin di pasar industry digital.
Uber dan Go-Jek tidak mau ketinggalan. Penyedia aplikasi ridesharing itu menawarkan berbagai program menarik untuk meningkatkan jumlah penggunanya. Uber dengan UberBUKA, menu pemesanan makanan berbuka yang dijanjikan akan sampai dalam waktu 10 menit.
Go-Jek cukup dengan iming-iming tarif flat (datar) sebesar Rp10.000 untuk semua layanan yang digunakan. Go-Jek mengaku saat ini aplikasinya telah didownload 650.000 kali. Sayangnya Uber menolak untuk memberikan data jumlah pengguna aktifnya di Indonesia.
Meski tidak ada program khusus, raksasa teknologi asal Tiongkok mengaku telah menyiapkan beberapa produk dengan tema Ramadhan. Seperti produk Mobomarket dan Baidu Browser yang dibuat dengan tema Ramadhan.
“Tidak ada program khusus Baidu untuk pengguna di bulan Ramadhan, tapi dari sisi produk kami mengangkat tema Ramadhan. Mobomarket meng-highlight aplikasi-aplikasi bernuansa Ramadhan, Baidu Browser mengadakan daily activity bertema Koin Ramadhan yang baru akan digelar pekan depan,” ujar Director of Baidu Indonesia, Bao Jianlei.
Duit banyak, promosi gencar, tapi menolak diatur
Mengenai gencarnya cara perusahaan-perusahaan itu menggarap penetrasi di Indonesia, sekali lagi, dianggap sebagai hal yang wajar oleh Doni. Pasalnya, ini membuktikan jika Indonesia adalah pasar yang strategis bagi perusahaan-perusahaan tersebut.
“Karena potensi itu, makanya diperlakukan spesial. Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbanyak, di mana potensi iklan digital terus naik dan pengguna internet naik terus.
Banyak kajian menyatakan pengguna internet Indonesia sangat ‘sosial’ alias akrab dengan media sosial, tentu ini pasar yang menggiurkan untuk digarap, di tengah negara lain tengah lesu ekonominya. Apalagi biasanya selama Ramadhan dan jelang Lebaran, daya beli meningkat,” ujar dia.
Para OTT asing maupun penyedia platform teknologi itu bisa dibilang memiliki dana yang banyak. Tidak heran jika mereka mampu berpromosi secara besar-besaran untuk meraih penetrasi pasar. Namun sayangnya, meski telah menggarap pasar sedemikian rupa, perusahaan-perusahaan asing ini masih menolak untuk diatur.
Apalagi Google, Facebook atau Twitter yang sama sekali tidak memberikan keuntungan ekonomi atau finansial apa-apa ke Indonesia. Seperti layaknya anak kecil yang diberi permen lollipop agar mau bersahabat, hanya dengan hashflag,
Indonesia diharapkan bisa luluh dan menganggap perusahaan-perusahaan tersebut telah peduli dengan negara ini. Padahal di balik itu semua, trafik dan keuntungan finansial tersedot setiap jam-nya melalui hitungan iklan yang dilihat pengguna di Indonesia.

Minggu, 31 Mei 2015

Kirim Apple I untuk Daur Ulang, Malah Laku Rp2 Miliar

Entah apa yang ada dipikiran wanita tanpa nama ini. Tiba-tiba dia mengirimkan sebuah komputer Apple generasi pertama ke sebuah pusat daur ulang di Silicon Valley.

Banyak yang menduga wanita itu tidak tahu harga dari komputer Apple generasi pertama itu. Padahal, keterangan Apple menyatakan jika perusahaannya hanya membuat unit tersebut dalam jumlah terbatas.


Bos Apple Ejek Android: Daur Ulang Saja Ponsel Anda
Komputer itu merupakan yang pertama dibuat Steve Jobs, Steve Wozniak dan Roy Wayne tahun 1976

Apple membuat komputer generasi pertama, yang disebut sebagai Apple I, hanya 200 unit. Karena kondisinya sudah jadul dan langka, maka banyak kolektor yang ingin memilikinya. Harga Apple I saat ini laku US$200.000

Pusat daur ulang di Silicon Valley, Clean Bay Area, mengatakan jika perusahaannya tiba-tiba mendapatkan komputer tersebut masih terbungkus rapi. Rupanya, sang pengirim juga telah membersihkan komputer itu sebelum dikirim ke Clean Bay.

"Dia tidak ingin menyebutkan identitasnya. Tidak ada informasi pengirim. Awalnya kami tidak percaya. Kami pikir ini palsu. Ternyata tidak," ujar Victor Gichun, VP Clean Bay Area, seperti dikutip Emirates247, Minggu 31 Mei 2015.

Bukannya di daur ulang, perusahaan itu malah melelang Apple I ke kolektor swasta. Apple I terjual dengan harga US$200.000.

Clean Bay Area tidak ingin menikmati sendiri uang tersebut. Mereka pun mencari identitas wanita pengirim. Gichun mengatakan jika dia ingin membagi uang lelang itu kepada sang wanita.

"Saya masih ingat wajah wanita itu. Jika anda mendengar ini, silakan kembali ke saya dan ambil separuh dari hasil lelang ini," ujar Gichun.

Sabtu, 30 Mei 2015

Moyang Manusia Migrasi Lewat Mesir Bukan Ethiopia Amal Nur Ngazis

Peneliti menemukan hal baru dalam melacak asal usul migrasi manusia modern.

Tim peneliti Inggris menemukan, manusia modern pertama kali keluar dari Afrika melalui Mesir, bukan lewat Ethiopia sebagaimana hasil studi terbaru. Kesimpulan itu muncul setelah peneliti mengumpulkan informasi dan mempelajari DNA 100 orang Mesir dan 25 individu dari populasi Ethiopia.

Dikutip dari Christian Science Monitor, Jumat, 29 Mei 2015, diketahui selama ini teori yang membahas menyebarnya manusia modern ke penjuru dunia, yaitu teori out of Africa. Teori tersebut selama ini diyakini secara luas sebagai model perpindahan manusia modern dari daratan Afrika menuju Eurasia.

Para ahli paleoantropologi memperkirakan perpindahan manusia modern itu terjadi pada 125 ribu dari 60 ribu tahun lalu. Tapi, peneliti masih berdebat soal apakah perpindahan itu terjadi dalam satu gelombang atau beberapa gelombang.

Hasil studi menemukan ada petunjuk manusia modern melewati Mesir dibanding Ethiopia. Peneliti mengatakan, jika memang manusia modern melewati Ethiopia, seharusnya sampel orang Ethiopia yang diuji secara genetik sama dengan Eurasia dibanding mirip dengan Mesir. Ternyata, hasil penelitian menunjukkan genetik sampel tersebut lebih condong ke orang Mesir.

Yale Temukan 10.000 Foto Pasien Operasi Otak Era 1900
"Dalam penelitian ini, kami menghasilkan hasil data genom komprehensif pertama yang tak bias dari Afrika Utara. Setelah mengendalikan migrasi yang teranyar, kesamaan genetik lebih tinggi antara Mesir dan Eurasia di antara Ethiopia dan Eurasia," ujar Luca Pagani, tim peneliti dari Universitas Cambridge, dalam rilisnya.

Dengan temuan itu, peneliti yakin, manusia modern sangat besar kemungkinannya mengambil rute utara Afrika, yaitu melewati Mesir. "Konsekuensi paling menarik dari hasil ini yaitu harus diungkap episode  evolusi masa lalu semua orang Eurasia, karena itu berpotensi meningkatkan pengetahuan miliaran orang pada sejarah biologi mendapalm mereka," ujar Pagani.

Studi ini telah diterbirkan dalam jurnal American Journal of Human Genetics.

Senin, 25 Mei 2015

Misteri Lirikan Lukisan Malahayati di Museum Bahari

Di ujung utara Ibu Kota Jakarta, tepatnya di kawasan kuno Pelabuhan Sunda Kelapa, berdirilah Museum Maritim (Museum Bahari) yang memamerkan berbagai benda peninggalan VOC  Belanda pada zaman dahulu dalam bentuk model atau replica kecil, photo, lukisan serta berbagai model perahu tradisional, perahu asli, alat navigasi, kepelabuhan serta benda lainnya yang berhubungan dengan kebaharian Indonesia.

Musium Bahari merupakan bagian dari "Westzijdsche Pakhuizen" atau "Beberapa Gudang di Tepi atau Tebing Barat". Di sini VOC menyimpan banyak sekali persediaan pala dan lada. Selain itu kopi, teh, dan kain disimpan di sini sebelum dikirimkan ke berbagai Bandar atau pelabuhan di Asia dan Eropa. Antara beberapa gudang dan tembok kota di depan museum, kongsi dagang ini menyimpan suplai tembaga dan timah.

Beberapa jenis logam berharga ini dilindungi dari hujan oleh semacam balkon dari kayu yang terpasang pada bagian depan gudang-gudang tersebut. Balkon yang lebar ini juga dipakai para penjaga yang berpatroli, karena jalur di tembok kota di depannya agak sempit. Bekas gudang ini sudah ada sejak tahun 1652, tapi diubah dan diperbesar beberapa kali hingga tahun 1759.

Balkon ini dihubungkan dengan lantai dua gudang-gudang yang menghadap bagian kota atau bandar yang berbatas dengan laut, tapi sudah lama lenyap sejak pembongkaran. Namun beberapa gancu besi besar yang dulu menyangga balkon ini masih dapat dilihat.

Tembok kota yang tersisa di depan Musium Bahari terus sampai ke Benteng Zeeburg dan sedikit lagi ke arah barat itu saja yang tertinggal dari tembok yang dulu mengelilingi Batavia selama abad ke-17 dan 18. Hanya Benteng Zeeburg dan Culemborg tersisa dari dua puluh tiga benteng dari masa itu.

Museum Bahari suatu kali digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar acara reality show Scarry Job. Pada acara televisi itu digambarkan museum penuh hantu gentayangan. Maka, Museum Bahari pun ramai dikunjungi orang, bukan karena koleksi sejarahnya, melainkan karena mereka ingin melihat sang hantu.

Salah satu obyek yang paling diminati pengunjung adalah lukisan Laksamana Malahayati,  perempuan pejuang dari Kesultanan Aceh, di lantai dua. Konon, katanya, bagian matanya bisa melirik.

”Dari biasanya cuma 30 pengunjung per hari, melonjak jadi 200 pengunjung per hari. Saya sampai capek mengantar tamu ke atas melihat lukisan itu. Akhirnya lukisan itu saya sembunyikan saja,” kata Sukma, penjaga Museum Bahari.