Kamis, 14 April 2011

Penantian Panjang

Demi kekasihnya yang sekarat, seorang wanita rela menjadi seekor kupu-kupu untuk menyelamatkan jiwanya. Penantiannya yang panjang justru membalikkan kisah cinta mereka menjadi kesedihan.
Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain.
Namun pada suatu hari, malang.. sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien.. beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu IA memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.
Tuhan bertanya kepadanya: “Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?”.
Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab: “Ya”.
Tuhan berkata: “Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?”.
Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab: “saya bersedia!”.
Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.
Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat, terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri & mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.
Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang.
Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala dsb. Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yg pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi utk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat embusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.
Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu. Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam gereja kecil telah di penuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada di bawah berikrar di hadapan Tuhan dgn mengatakan: “saya bersedia menikah dengannya!”. Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.
Dengan pedih hati, Tuhan menarik napas: “Apakah kamu menyesal?”.
Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya: “Tidak”.
Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan: “Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri”.
Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya: “Biarkanlah aku mjd kupu2 seumur hidup”.
ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.

Selasa, 01 Maret 2011

PERSETAN DENGAN CINTA SEJATI

Judul tersebut sengaja saya pilih, saya tahu judul itu provokaif (sampai-sampai temenku yang yang aku kasih tahu, bahwa aku mau buat artikel dengan judul itu ia bilang aku desperate) tidak saya tidak seperti itu, saya hanya ingin orang berminat membaca tulisan ini, itu saja.
Kalau anda pernah membaca novel ”Ayat-ayat cinta” karya Habiburrahman Al Zirazy ada ungkapan yang dipakai Fahri waktu ngasih advice ke Nurul melalui suratnya ” Cinta sejati dua insan yang berbeda jenis adalah cinta yang terjalin setelah ahad nikah, yaitu cinta kita pada pasangan kita yang sah. Cinta sebelum ahad nikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan di agung-agungkan” yah seperti itulah inti tulisan ini.
Yah cinta sejati yang diagung-agungkan telah menjebak banyak orang jatuh ke jalan kesesatan. Berapa banyak gadis yang kehilangan keperawanannya karena cinta sejati, berapa banyak bayi lahir diluar nikah atau lahir ”Prematur” (nikah baru lima bulan, eh.. bayi dah nongol) berapa banyak orang bunuh diri karena gabungan dua kata ini, yah cinta sejati (true love).
Lalu apakah kita tidak boleh memiliki cinta sejati tentu saja boleh dan harus tapi pada pasangan hidup kita yang sah.
So… kalau kita pacaran jangan sekali-kali kita memberikan cinta sejati kita pada pacar kita, alasannya :
  1. Belum tentu pasangan kita memberikan cinta sejatinya pada kita, kalaupun dia dia bilang bahwa kita adalah cinta sejatinnya bisa jadi itu cuman ”lamis” (hanya dibibir saja) dan kalau itu terjadi dan dia meninggalkan kita, kita bisa patah hati.
  2. Belum tentu yang kita anggap dan rasakan sebagai cinta sejati, bisa kita pertahankan, bisa saja suatu ketika kita ketemu dengan orang yang lebih baik, trus cinta kita berubah, kita kan nggak pernah tahu kehendak Sang Muqolibal Qolbu!
  3. Bahkan mungkin kalau kita jujur pada pasangan kita tentang prinsip bahwa cinta sejati kita hanya akan kita berikan pada pasangan hidup kita yang sah (suami atau istri kita) maka pacar kita akan penasaran seperti apa nikmatnya cinta sejati yang akan dia rasakan dari kita, karena penasaran itu aku yakin dia akan segera mengajak kita nikah, bisa jadi kan?
Dengan prinsip semacam itu memang saya sadari bahwa kita akan di cap sebagai orang yang tidak setia. Itu memang mungkin terjadi, tetapi ingat kita karus membedakan antara rasa cinta dengan komitmen atau janji, cinta mungkin memang bisa berubah tapi komitmen adalah hal yang tidak boleh kita ingkari.
Kesimpulannya adalah jangan buru-buru berjanji meskipun kita telah merasa mencintai, jelajahi dulu , selami dulu sifat dan prilakunya sampai kita bener-bener yakin kita siap menjadikannya pasangan hidup kita, baru setelah kita yakin barulah boleh berkomitmen, tapi menurut saya komitmen itu sendiri harus kita fikir masak-masak. Kita telah di ajari agama, di setiap berkomitmen harus di awali dengan kata Insya’Allah (jika tuhan mengijinkan) jadinya ada faktor diluar kita yang mempengaruhi kata janji kita, jadi jangan asal sudah di kasih janji trus main ”slonong boy” aja ”BAHAYA” ”tidak baik untuk kesehatan Jantung”

Senin, 14 Februari 2011

Ada Apa di Balik Valentine’s Day ?

Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi manusia secara umum, bahkan bagi seorang muslimah sekalipun. Dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan, para gadis sibuk ikut-ikutan merayakan hari tersebut. Ada yang sibuk membuat coklat dan kue-kue untuk orang yang disayanginya, mengirimkan kartu, atau sengaja mengkhususkan membuat pengakuan cinta untuk lelaki pujaan hatinya. Na’udzubillah min dzalik. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan untuk dijauhkan dari perbuatan tersebut…
Setelah mengetahui fatwa-fatwa yang ada pada artikel sebelumnya, ada baiknya kita juga mengetahui asal usul adanya hari valentine. Dengan demikian, insya Allah kita akan lebih berhati-hati dan tidak segan-segan untuk meninggalkan hari raya tersebut. Apalagi jika kita benar-benar ingin menjadi wanita muslimah sejati, yang sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan sangat takut dengan hukuman-Nya dan berharap keridhoan-Nya. Artikel berikut ini banyak menukil dari majalah As Sunnah dengan disertai berbagai tambahan dari penulis.
Definisi Valentine’s Day
Terdapat beberapa definisi yang terdapat di majalah As Sunnah edisi 11 tahun I untuk menjelaskan tentang hari valentine ini.
Pertama,
A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gift. It is ovserved on February 14, the date on which Saint Valentine was matyred. (The Encyclopedia Americana, volume XXVII, hal 860)
“Sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari, suatu hari di mana St. Valentine mengalami martir.”
Kedua,
The date on the modern celebration, February 14, is believed to derive in the execution of a Christian martyr, St. Valentine, on February 14, 270. (The Encyclopedia Americana, volume XIII, hal. 464)
“Tanggal 14 Februari adalah perayaan modern yang diyakini berasal dari hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M.”
Ketiga,
Valentine, St. priest and physician of Rome who suffered martydorn probably during the persecution under Claudius II in 269. his feast is on 14 Feb. The custom of sending valentines probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno Februalis at the Lupercalia(*) or perhaps in the mediaval belief the birds commenced to mate onf 14 Feb. (Everyman’s Encyclopedia, volume XII, hal 388).
“St. Valentine adalah seorang pendeta dan tabib dari Roma yang (dianggap) martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun 269 M. Peringatan tersebut pada tanggal 14 Febuari. Kebiasaan dengan mengirim valentine-valentine berasal dari upacara penyembahan berhala yang dikaitkan dengan peribadatan Juno Februarlis di goa Lupercal, atau (bisa jadi) pendapat bahwa burung-burung kwain pada tanggal 14 Februari.”
(*) Lupercalia merupakan upacara keagamaan (ritual) yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa Lupercus, yang oleh mereka dianggap sebagai dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak. Sebagai suatu upacara ritual kesuburan, Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa Faunus sebagai dewa alam dan pemberi wahyu. Upacara atau festival tersebut dipimpin dan diawasi oleh suatu badan kegamaan yang disebut Luperci dan para pendetanya disebut Luperci.
Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Upacara tersebut dilakukan di dalam sebuah gua bernama Lupercal, berada di bukit Palatine, yang merupakan salah satu bukit di kota Roma. Setelah itu dua orang Luperci (dalam sumber lain dua orang pemuda) dibawa ke sebuah altar, kemudian sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka dan darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan ke dalam susu. Setelah itu kedua orang tersebut diharuskan tertawa.
Kemudian para luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan dan dijadikan cambuk. Kemudian mereka berlari dalam dua geromboloan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok kuno di Palatine, mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka temui di jalanan. Para wanita yang menerima cambukan itu dengan senang hati karena menurut mereka cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya.
Upacara Lupercalia ini terus berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 – 337 M). Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama pemeluk agama Nasrani. Lewat masuknya agama Nasrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya, dia memegang peranan penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya menjadi agama yang dominan (bersifat nasional). Pengaruh agama nasrani semakin meluas di kerajaan Romawi dan Dewan gereja memegang peranan penting di bidang politik. Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan purifikasi (pemurnian/pembersihan diri). Dan pada tahun 496 M, Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual lupercalia dan tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari.
Keempat,
The St. Valentine who is spoken of as the apostle of Rhaetia, and venerated in passau as its first bishop. (Encyclopedia Briatannica, volume XIV, hal. 949).
“St. Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama.”
Kesimpulan dari keempat definisi tersebut adalah Valentine’s day dirayakan untuk mengormati dan mengkultuskan st. Valentine yang dianggap martir yang mati dibunuh pada tanggal 14 Februari 269 M (sumber lain menyebutkan 270 M) dan juga dianggap sebagai seorang utusan dan uskup yang dimuliakan. Pengambilan istilah itu juga dikaitkan dengan Lupercalia, upacara keagamaan orang Romawi Kuno dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut.
Nah, saudariku… Apakah engkau tahu apa itu martir? Martir adalah orang yang dianggap mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan (agama). Kini engkau tahu agama apa yang dipertahankan olehnya. Wallahul musta’an. Ya ukhti… bagaimana kita bisa turut serta pada hari yang ditetapkan untuk menghormati orang yang mempertahankan agama yang bukan Islam (ini bukan berarti kita dibolehkan untuk menetapkan hari khusus untuk kematian orang-orang yang mempertahankan agama Islam!).
Dan bila dikaitkan dengan upacara Lupercalia, maka ini juga sangat jauh dari syari’at Islam, bahkan penuh dengan kesyirikan yang merusak tauhid. Lihatlah bagaimana upacara tersebut dilaksanakan untuk menyembah dewa-dewa. Padahal tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Belum lagi keyakinan batil tentang pengaruh cambukan yang dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburan. Padahal tidak ada yang kuasa untuk memberi kesuburan pada seseorang sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy-Syuura [42]: 50)
Ketahuilah saudariku, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali meninggalkan jauh-jauh kebiasaan turut serta merayakan hari Valentine ini. Apakah kita hendak turut serta pada acara yang ditetapkan oleh Nasrani untuk mengkultuskan sang uskup yang mati sebagai martir? Padahal kita ketahui orang-orang Nasrani tidak akan senang sampai kita mengikuti agama mereka. Maka senanglah mereka ketika kita turut berbaur dalam hari raya mereka. Karena Rasululllah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud). Atau… apakah kita hendak mendukung pula upacara Lupercalia yang penuh muatan syirik dan kemaksiatan? Na’udzubillah mindzalik.
Cukupkanlah diri kita dengan apa yang telah diturunkan Allah dalam Al-Qur’an dan yang diajarkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya. Karena kasih sayang di antara sesama muslim jauh lebih indah dimana Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling mengaishi dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh jasad merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka engkau tidak perlu ragu-ragu untuk meninggalkan hari raya tersebut. Bertaubat adalah langkah yang utama dan mulia jika ternyata di hari yang lalu kita menjadi bagian dari perayaan tersebut. Semoga kita terus diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk menjalankan amalan sesuai tuntunan syari’at. Aamiin.

Rabu, 02 Februari 2011

Bagaimana Menguji & Mengetahui Bahwa Si Dia Benar Mencintai Anda?


Tidak sukar untuk membaca perilaku lelaki ketika dalam membuat keputusan atau mengerja sesuatu perkara, tapi dari segi emosi fuhhh…kadang-kadang lebih mudah untuk kita membaca buku teks kejuruteraan dari memahami hati dan perasaan si jejaka ni.
Sudah pasti ramai di kalangan anda tertanya-tanya dan ingin tahu sangat perasaan si dia terhadap anda. 5 cara di bawah boleh membantu anda untuk menge’test’ adakah dia benar-benar menyayangi anda atau tidak.
Peringatan : Sebenarnya terdapat banyak lagi cara yang lebih mendalam, tapi yang di bawah ini boleh jugak diguna sebagai ujian ringan

1. Mula Dengan Melihat Tingkah Laku Si Dia

Banyak perkara yang boleh anda perhatikan pada si dia untuk anda mengetahui perasaanya kepada anda. Antaranya, adakah dia tiba-tiba berubah tingkahlaku ketika berada di samping anda? Kalau biasa-biasa buat muka cool, tapi apabila dekat dengan anda dia buat muka yang lebih ‘friendly’ dan romantik. Kalau biasa-biasa dia pakai selekeh tapi apabila berjumpa dengan anda dia memakai pakaian bergaya dan wangian menusuk kalbu.
Adakah ini bermakna dia menagih perhatian anda? Ketahuilah bahawa bukan senang lelaki nak buat benda-benda macam ni. Ini bermakna dia berusaha keras untuk menunjukkan sayang dan penghargaannya kepada anda.

2. Dia Asyik Curi Pandang Anda

Pernahkah ketika anda sedang khusyuk melakukans sesuatu, jauh di sudut mata anda perasaan si dia tengah memerhatikan anda? Kemudian ketika anda menoleh, dia pura-pura menoleh ke arah lain? Ini bermakna dia menyukai anda dan tidak dapat menipu diri sendiri bahawa dia mencintai anda.

3. Dia Adalah Pahlawan Sejati Anda

Ketika anda dilanda masalah, ada je dia muncul entah dari mana membantu. Tayar kereta anda pancit, tidak sampai 5 minit dia tiba membantu. Dia buka pintu untuk anda, tarik kerusi anda (mcm drama sikit2 lah:) ). Lelaki yang melakukan perkara ‘respectful’ sebegini kepada wanita hanya ada satu sebab sahaja – CINTA.

4. Dia Berkawan Dengan Kawan Anda

Si dia tahu bahawa rakan-rakan dan keluarga di sekeliling anda adalah orang yang penting dalam hidup anda. Dia cuba berkawan dengan rakan anda. Lelaki yang tidak kisah untuk mengenali atau berkawan dengan orang-orang penting dalam hidup anda adalah lelaki yang berdusta dan bersandiwara mencintai anda.

5.  Dia Jujur Kepada Anda

Lelaki yang benar-benar mencintai anda akan jujur dan ikhlas berkongsi apa yang tersirat di hatinya kepada anda. Tak kira masalah peribadi atau kerja, dia akan bercerita kepada anda seperti anda sahabat karibnya. Lelaki yang berdusta hanya melemparkan kata pujian palsu dan dusta semata-semata.

Good Luck...